#taubat 2
Moment itu adalah moment terpenting dalam hidupku. Sebuah sentilan manis dari sang Maha Rahim, yang masih memberikan kesempatan kepada si pendosa ini. Tak ada manusia yang sempurna, tak ada manusia yang luput dari kealpaan, begitu juga dengan diri ini yang penuh dengan noda noda kehinaan. Namun dengan belas kasih Sang Maha Rahman dan Maha Rahim, terketuk pintu hati untuk dapat melihat kembali jalan yang selama ini tertutup nafsu dunia.
Sejak peristiwa itu, aku berusaha belajar menata diri. Meski dibalik jeruji besi bukan berarti hati harus tetap terkunci,karena nyatanya justru di tempat yang mungkin bagi sebagian orang adalah tempat paling hina justru disini aku menemukan secercah cahaya. Aku harap aku dapat belajar disini sehingga ketika masa pembebasan itu tiba, aku siap berjuang diantara masyarakat, berjuang untuk menjadi lebih bermanfaat setelah sebelumnya Dimata manusia aku adalah sampah yang tak ada berguna
Lima tahun... Ya... Lima tahun. Aku berusaha menempa diri, membakar hati yang hitam legam agar kembali bersih bercahaya. Apakah mudah ??? Tidak , jatuh bangun aku harus mengontrol diri. Dengan bimbingan orang orang yang masih peduli, akhirnya aku bisa melewati masa tersulit ini.
#2


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda