Taubatku
Pagi itu, lelah menusuk raga. Dengan kondisi ruangan yang sempit, aku harus berbagi dengan 39 orang lainnya. Berhimpit, tak bisa sekedar meluruskan badan. Lelah badan yang butuh istirahat, namun harus terganggu dengan gerakan teman sekamarku. Tanpa pikir panjang, ku tendang kepalanya yang saat itu sedang bersujud di rakaat pertamanya. Ya... Aku kesal, shalat yang dilakukannya telah mengganggu tidurku. Tak puas dengan satu tendangan, ku tambahkan lagi tendangan yang kedua dengan mulut yang mengumpat "anj**g kau". Tak ada rasa sesal, kulihat temanku itu tetap melanjutkan shalatnya meski saat itu sempat terjungkal. Kulihat di rakaat yang kedua, seperti terdengar isakan tangisnya, mungkin saat itu dia mengadukan perbuatanku kepada TuhanNYA.
Namun tak lama setelah itu, tiba tiba dada bagian kiriku terasa seperti tercerabut dan tertusuk seutas helai rambut, yang rasanya sangat nyeri menusuk. "Ya Alloh,... " Ucapku . "Kenapa dengan dadaku, kenapa rasanya sakit sekali" bathinku berkata, apakah Engkau murka atas perbuatanku tadi. Entah dorongan dari siapa, sesaat setelah kawanku itu mengucapkan salamnya di rakaat yang terakhir. Langsung ku tubruk tubuhnya.
" Kang, ampun kang"
" Aku nyuwun ngapurone kang, nyuwun ngapurone kang, aku salah kang sudah menendang saat jenengan shalat"
Kang, ajari aku shalat kang.... Ajari aku shalat kang" tak terasa air mata penyesalan mengalir. Meskipun aku terlahir sebagai seorang muslim,. Namun shalat bukanlah aktifitas ibadah yang bisa aku kerjakan.
Padahal shalat adalah salah satu identitas bagi seorang muslim. Namun diusiaku yang sudah 27 tahun belum pernah sekalipun aku mendirikan shalat. Rasa kesalku karena merasa terganggu berbalik dengan rasa sesalku telah menganggu rekan sekamarku di hotel prodeo saat melaksanakan shalat, karena detik itu juga Alloh SWT sepertinya memberikan peringatan langsung kepadaku. Semoga ini menjadi awal taubatku.
#1https://yuyundwimulyani.blogspot.com/2022/02/taubat-2.html
https://yuyundwimulyani.blogspot.com/2022/02/taubat-2.html


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda