Gak ada judul
"Hari ini jangan pulang, atau kalau tetep memaksakan diri untuk pulang saya yang akan keluar!" Pesannya yang kuterima di gawai milikku
Ah, aneh rasanya dipaksa keluar dari rumah sendiri. Apakah aku sebegitu menjijikkannya untuk dirimu. sudah hampir 2 tahun tidak terdengar kata kata kasarnya. Senang rasanya dengan perubahan tersebut. Namun, hari ini aku harus mendengarkan kembali.
11 tahun, waktu yang cukup lama sebenarnya untuk bisa saling memahami, namun ternyata waktu tersebut belum cukup bagi kami untuk bisa memaknai arti sebuah hubungan.
Kecewa rasanya, kenapa tidak peka dengan kondisi pasangannya. Seharusnya di beri semangat , di motivasi bukannya malah di kasih ultimatum untuk ngikutin apa maunya. Tapi sudahlah, aku mungkin yang harus lebih bisa memahami karakternya, entah sampai kapan harus belajar untuk memahaminya.
Kupilih untuk tidak pulang, biar aku yang keluar karena aku masih memikirkannya jika dia yang keluar akan tinggal dimana, toh yang aku tahu tidak ada satupun keluarganya di Jakarta yang peduli dengannya. Aku masih terlalu sayang padanya tetapi dia tidak memahaminya.
Hari ini sudah hari ke 6, tak ada telpon bahkan wa yang dikirim kan padaku sekedar bertanya bagaimana keadaanku, aku pun ikutan berkeras hati, karena pesan ku tak terbalas hingga sekarang akupun tidak ingin mengirim pesan lagi, hanya akan menambah rasa sakit dalam hati.
Mengarungi sebuah lautan luas, dengan sebuah bahtera yang masih sangat sederhana dibutuhkan kerjasama dengan saling mambangun sebuah kepercayaan. Aku akui, diriku bukanlah perempuan sempurna, masih banyak cacat sana sini yang harus di perbaiki, namun aku juga butuh dukungan, motivasi agar bisa bergerak bersama.
Jalan ini masih panjang
Semoga selalu diberikan kesabaran dan ke istiqomahan
Jakarta, 2 Februari 2021


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda