Minggu, 02 Agustus 2020

Gak bisa bikin anak



Gak Bisa Bikin Anak


Sebelum sampai rumah, aku dan suamiku mampir terlebih dahulu ke toko perlengkapan bayi. Rencananya hari ini kami akan berkunjung kerumah teman yang sekitar 5 hari yang lalu melahirkan. 5 menit sebelum sampai rumah tibalah kami di toko perlengkapan bayi yang kami maksud. Sekitar 10 menit kami memilih dan siap untuk di bayar, tak lupa kasir menawarkan apakah mau di bungkus kado sekalian atau tidak. Kupikir, daripada nanti dirumah repot lagi, kuminta untuk langsung dibungkus saja. 

Alhamdulillah, siap siap berkunjung ke rumah temanku. Tidak sampai 10 menit kita sudah tiba, karena sudah lama tidak bersua mereka menyambut dengan penuh kehangatan. ( Efek lockdown, jadi jarang kita ketemu sudah sekitar 4bulan ) 

" Masuk mba" kata Efi mempersilahkan kami masuk kedalam, saat itu Efi sedang menggendong bayi mungilnya. 

" Masya Alloh, cantik fi anakmu" sahutku sambil memperhatikan bayinya. 

Kami ngobrol ngalir ngidul, gak jelas kemana arahnya. Pokoknya ngobrol aja. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Kami pun ijin pulang, tak lupa berpamitan dengan kedua orangtuanya. Aku cukup dekat dengan orangtuanya, bahkan sering bercanda juga. Pada saat kami pamitan, kami pun masih dengan candaan candaan  yang memang biasa kami lontarkan. Sampai akhirnya keluarlah kata kata, yang entah kenapa aku merasa sakit waktu mendengarnya. 

"Kowe piye Yan??" Ora iso iso tho gawe anak?" ("Kamu gimana Yan, gk bisa bisa ya bikin anak?")  Ujarnya.  Jlebbbbb kali ini ucapannya bikin sesak dadaku. 

" Iya nih, adonannya salah terus, jadinya gk jadi jadi deh" kataku meskipun didalam dada serasa teriris.

"Sekarang mah sudah tidak mau berharap, sudah tua" kataku lagi menimpali

"Seandainya Alloh SWT kasih keturunan, itu anugrah buat Yani, jikalau pun tidak diberi  berarti Yani tak perlu mempertanggungjawabkan masalah perawatan anak kelak di akhirat" kataku lagi 


Pulang kerumah dengan hati yang masih nyeri, namun berusaha menepis bisikan bisikan negatif dalam hati. Kukuatkan diri dengan banyak banyak beristighfar, semoga Alloh SWT mengampuni hamba-Nya  yang dhoif ini. 



************
Catatan hati perempuan yang sering di cap mandul oleh beberapa orang. Padahal anak adalah rezeki,  dan setiap rezeki sudah ada catatannya bagi setiap insan. 

2 Komentar:

Pada 19 Oktober 2020 pukul 20.27 , Blogger Mas Mul KMJ mengatakan...

Hanya sekedar Cerpen atau kisah nyata harus tetap bersabar ya Bu (buat tokoh yg ada di cerpen ini), terus berusaha dan berdo'a "Mastatho'tum", Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim di karuniai anak saat usia senja. Tetap semangat dan jangan putus asa dengan Rahmat Alloh.

 
Pada 19 Oktober 2020 pukul 21.07 , Blogger YUYUN DWI MULYA mengatakan...

Jazakallah khoiran Katsir atas doanya

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda