Pahlawan di kehidupanku
Pahlawan hidupku
Menurut Wikipedia, Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Sementara bagiku Pahlawan, sebutan pagi orang orang yang berjasa, berjasa untuk kebaikan seseorang atau banyak orang.
Dalam setiap kehidupan seseorang, pasti akan memiliki pahlawannya masing masing. Banyak orang yang berjasa dalam kehidupan kita, merekalah pahlawan pahlawan yang berjuang memberikan semangat, memberi motivasi di kehidupan kita. Begitu juga dalam perjalanan kehidupanku, diusia yang masih balita sudah harus kehilangan seorang ayah, ibulah yang berperan dalam kehidupanku setelah kepergian ayah. Dengan segala keterbatasan berusaha membesarkan dan mendidik aku serta kakak laki laki ku.
Teringat cerita ibuku, diusiaku yang ke 4 tahun aku mengidap penyakit semacam cacar. Sekujur tubuhku timbul bintik-bintik yang berair. Menimbulkan bau yang kurang sedap, sehingga tak ada yang mau mendekatiku. Dengan penuh kesabaran dan ketelatenan ibu tetap merawatku. Dibawanya aku ke seorang mantri untuk berobat. Kampungnya sangat jauh dari kota, di zaman itu belum ada kendaraan umum, untuk pergi ke seorang mantri yang berada di kota harus di lalui dengan berjalan kaki.
Hanya dengan beralaskan sendal jepit, digendongnya diriku. Dibawanya aku berjalan dengan menyusuri rel kereta api ke arah kota. Rasa lelah, panas tak dihiraukannya, yang dituju hanyalah agar lekas bertemu pak mantri sehingga aku bisa berobat.
Kalau ditanya kok tidak ada yang menolong, entahlah aku juga tidak paham. Menurut cerita ibu, tidak ada tetangga yang memiliki kendaraan, dirumah inipun hanya ada sebuah sepeda onthel peninggalan almarhum bapak yang biasa dipakai beliau untuk berangkat kerja.
Ibu memang pahlawanku, tak pernah mengeluh meskipun letih menerpamu. Tak ada rasa lelah meskipun harus merawat kami tanpa ayah. Kau tahan lapar agar anakmu dapat makan, kau sanggup menahan keinginan agar anak anakmu dapat bersekolah. Kau sanggup berpayah payah, hingga kurang waktu istirahatmu agar kami anak anakmu dapat menuntaskan pendidikan tinggi.
Alhamdulillah, kini aku telah mampu berdiri sendiri, meskipun aku tahu tak akan mungkin diriku sanggup menggantikan semua yang telah kau korbankan untuk kami anak anakmu. Semoga diusiamu yang sudah tidak muda lagi, Alloh SWT selalu memberikan kesehatan, memberikan ketenangan, dan keberkahan.



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda