SAHABAT 2
SAHABAT 2
Dwimulyaalfath, Jakarta 18 April 2020
Sekolah masih sepi, aku sepertinya terlalu pagi datang ke
sekolah. Ku buka pintu ruang guru, dengan tak lupa ku ucapkan salam “
Assalamualaikum” Sapaku. Sudah menjadi kebiasaanku, meski belum ada yang yang
datang, aku tetap mengucap salam. Karena kupikir, selain kita manusia, kan
masih ada mahkluk yang tak kasat mata, jadi alangkah baiknya kita tetap
mengucapkan salam. Ku nyalakan kipas yang terletak di ujung ruangan, paling
tidak agar ada pertukaran udara. Ku letakkkan tasku di meja guru. Kami tidak
memiliki meja pribadi, jadi diruang guru ini ada meja besar yang diletakkan di
tengah ruangan dan disekitarnya terdapat beberapa kursi untuk kami para guru.
Maklumlah, sekolah kami bukan sekolah favorit, sarana yang ada sangat terbatas
begitu juga dengan keadaan ruang guru kami ini. Kulihat jam sudah menunjukkan
pukul 06.30 tidak lama lagi pasti para guru dan siswa mulai berdatangan, karena
pembelajaran akan dimulai pada pukul 07.00
Aku sedang asyik menjelaskan ke siswa tentang himpunan,
kuminta anak anak menyebutkan benda benda yang ada disekitar mereka, setelah
itu dilanjutkan dengan mengelompokkan masing masing benda tersebut sesuai
dengan fungsi atau bentuknya. Sedang asyiknya, tiba tiba dari luar kelas datang
guru piket. Tak lupa mengucapkan salam “ Assalamualaikum, Bu Yani, maaf
mengganggu “ ujarnya. Ku hampiri bu Titi didepan kelas. “ Ada apa ya bu ? “
tanyaku. “ Maaf mengganggu, Bu Yani tahu kabarnya bu Fifi gak, kok gak hadir ya
? Kan Bu Yani dekat tuh sama beliau” Ujarnya. Aku baru nggeh, oiya dari pagi
tadi tak kulihat sahabatku ini. Biasanya dia memang agak sedikit telat, tapi
gak biasanya dia gak hadir. Yang aku tahu, sahabatku ini agak telat, karena
harus mengurus kedua adiknya terlebih dahulu, jika urusan kedua adiknya sudah
selesai baru ia akan berangkat mengajar, kulihat jam tanganku, jarum jam sudah
menunjukan pukul 08.30 kenapa belum datang juga ya. Aduh, aku jadi kuatir. “
Loh, kok Bu Yani malah melamun!” tegur bu Titi. “ Eh….. Maaf bu, saya gak tahu.
Nanti saya coba kerumahnya setelah pulang sekolah “ kataku dengan agak gugup.
Ku Ucapkan salam, sambil memalingkan wajahku kearah kanan,
dilanjutkan kearah kiri, ku sapu wajahku dengan kedua telapak tanganku, kemudian
ku tengadahkan kedua talapak tanganku, kubisikan kepada Zat Yang Maha Tinggi, “ Rabbi….. Ampuni kami hambaMU yang banyak
khilaf ini, tak lupa kusematkan sebaris doa untuk sahabatku, semoga Alloh SWT
memudahkan segala urusan urusannya, tak lupa kubisikan bahwa aku mencintainya
Karena Alloh SWT “ . Kulanjutkan dengan merapikan buku buku yang tadi aku
gunakan untuk mengajar, Siang ini,
setelah selesai mengajar, aku akan menemui sahabatku. Tak sabar rasanya, ingin
ku tahu keadaannya



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda