Jumat, 17 April 2020

SAHABAT 2



SAHABAT 2
Dwimulyaalfath, Jakarta 18 April 2020

Sekolah masih sepi, aku sepertinya terlalu pagi datang ke sekolah. Ku buka pintu ruang guru, dengan tak lupa ku ucapkan salam “ Assalamualaikum” Sapaku. Sudah menjadi kebiasaanku, meski belum ada yang yang datang, aku tetap mengucap salam. Karena kupikir, selain kita manusia, kan masih ada mahkluk yang tak kasat mata, jadi alangkah baiknya kita tetap mengucapkan salam. Ku nyalakan kipas yang terletak di ujung ruangan, paling tidak agar ada pertukaran udara. Ku letakkkan tasku di meja guru. Kami tidak memiliki meja pribadi, jadi diruang guru ini ada meja besar yang diletakkan di tengah ruangan dan disekitarnya terdapat beberapa kursi untuk kami para guru. Maklumlah, sekolah kami bukan sekolah favorit, sarana yang ada sangat terbatas begitu juga dengan keadaan ruang guru kami ini. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 06.30 tidak lama lagi pasti para guru dan siswa mulai berdatangan, karena pembelajaran akan dimulai pada pukul 07.00

Aku sedang asyik menjelaskan ke siswa tentang himpunan, kuminta anak anak menyebutkan benda benda yang ada disekitar mereka, setelah itu dilanjutkan dengan mengelompokkan masing masing benda tersebut sesuai dengan fungsi atau bentuknya. Sedang asyiknya, tiba tiba dari luar kelas datang guru piket. Tak lupa mengucapkan salam “ Assalamualaikum, Bu Yani, maaf mengganggu “ ujarnya. Ku hampiri bu Titi didepan kelas. “ Ada apa ya bu ? “ tanyaku. “ Maaf mengganggu, Bu Yani tahu kabarnya bu Fifi gak, kok gak hadir ya ? Kan Bu Yani dekat tuh sama beliau” Ujarnya. Aku baru nggeh, oiya dari pagi tadi tak kulihat sahabatku ini. Biasanya dia memang agak sedikit telat, tapi gak biasanya dia gak hadir. Yang aku tahu, sahabatku ini agak telat, karena harus mengurus kedua adiknya terlebih dahulu, jika urusan kedua adiknya sudah selesai baru ia akan berangkat mengajar, kulihat jam tanganku, jarum jam sudah menunjukan pukul 08.30 kenapa belum datang juga ya. Aduh, aku jadi kuatir. “ Loh, kok Bu Yani malah melamun!” tegur bu Titi. “ Eh….. Maaf bu, saya gak tahu. Nanti saya coba kerumahnya setelah pulang sekolah “ kataku dengan agak gugup.

Ku Ucapkan salam, sambil memalingkan wajahku kearah kanan, dilanjutkan kearah kiri, ku sapu wajahku dengan kedua telapak tanganku, kemudian ku tengadahkan kedua talapak tanganku, kubisikan kepada Zat Yang Maha Tinggi, “ Rabbi….. Ampuni kami hambaMU yang banyak khilaf ini, tak lupa kusematkan sebaris doa untuk sahabatku, semoga Alloh SWT memudahkan segala urusan urusannya, tak lupa kubisikan bahwa aku mencintainya Karena Alloh SWT “ . Kulanjutkan dengan merapikan buku buku yang tadi aku gunakan untuk mengajar,  Siang ini, setelah selesai mengajar, aku akan menemui sahabatku. Tak sabar rasanya, ingin ku tahu keadaannya

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda