MENULIS BUKU DALAM SEMINGGU - resume ke 11
MENULIS
BUKU DALAM SEMINGGU
By
: Prof. Richardus Eko Indrajit
Makin
kesini materi Pelatihan menulisnya makin berat materinya. Secara logika kita,
mana bisa kita menulis buku hanya dalam waktu seminggu saja. Untuk membuat
judul saja sudah susah, belum daftar isi dan isi buku itu sendiri.
Dalam
Pertemuan ke – 11, kali ini yang menjadi
narasumber adalah Prof. Eko. Beliau memberikan trik -trik, agar kita dapat
menulis buku dalam waktu seminggu.
LANGKAH PERTAMA
Buka
dan subscribe EKOJI CHANNEL. Di sini kita akan melihat beberapa presentasi prof
Eko sejak tanggal 20 Maret 2020 yang
lalu. kemudian kita diminta memilih salah satu yang menarik perhatian anda dari
presentasi tersebut.
kemudian
kita diminta untuk menjawab 6 pertanyaan
sederhana mengenai topik yang dibahas, yaitu: 5W1H. Misalnya judulnya DIGITAL
MINDSET. maka kita menjawab pertanyaan tersebut.
- APA yang dimaksud dengan digital mindset.
- MENGAPA digital mindset dibutuhkan
- SIAPA yang harus berubah mindsetnya
- DIMANA digital mindset harus diterapkan
- KAPAN digital mindset diterapkan. Dan
- BAGAIMANA cara menerapkannya.
Dalam
satu hari tulis satu pertanyaan tersebut dalam sebuah tulisan. Sehingga pada
hari keenam sudah terjawab semua pertanyaan dalam bentuk tulisan. Pada hari
ketujuh, tulisan kita dapat kita berikan kepada Prof Eko. Kita tidak perlu
banyak berfikir, karena semua sudah di paparkan dalam presentasi. Tinggal kitabahasakan
saja sesuai dengan yang kita tangkap.
Di
hari ketujuh, tulisan kita akan diberikan tambah-tambahkan sana sini oleh Prof
Eko. Kemudian akan LANGSUNG terbitkan
dengan e-ISBN resmi dari perusahaan publikasi be;iau yang di Yogyakarta, yaitu
CV PREINEXUS yang bermitra dengan penerbit lama Graha Ilmu. Kita adalah penulis
pertamanya, sementara beliau sebagai penulis keduanya. Kalau ternyata e-bukunya
laku (kita jual di situs EKOJI CHANNEL dengan harga murah meriah, karena yang
penting banyak yang beli). Beliau memberikan reward, semua royalti menjadi
milik kitaDan ternyata banyak yang suka
dan laku, dapat di terbitkan versi kedua dalam bentuk fisik sehingga anda dapat
ISBN.
Wooooooowwww
!!!!! Jadi tertarikkkkk kannnnn???
Kemudian
di lanjutkan dengan sesi tanya jawab, begitu banyak yang ditanyakan dari peserta.
Namun saya hanya dapat menuliskan beberapa saja, salah satunya seperti dibawah
ini
Pertanyaab dari
Unih – Subang
Apakan setiap
menulis selalu berpatokan pada 5wh? Urutan 5wh apakah bebas atau beraturan
sesuai contoh dari bapak profesor.
Jawaban
: Tidak.
5WH
adalah untuk penulis awal yang ingin belajar menulis. karena sifatnya
deskriptif, tapi sangat filosofis. setiap isu apapun, secara filsafat, harus
bisa dijelaskan dalam 5W1H. kalau sudah biasa menulis deskriptif, barulah mulai
menulis yang sifatnya: eksploratif, komparatif, arguentatif, persuasif, dan
lain sebagainya.
contohnya:
kalau isunya COVID-19, saya yakin dengan 5W1H, anda bisa membuat satu buku
dalam seminggu. apalagi ada banyak referensi di internet saat ini. musuh
menulis adalah diri sendiri. motivasi hanya dapat dibangun dari dalam diri
sendiri. Oleh karena itu, sering saya katakan, pilihlah sesuatu yang anda SUKAI
dan KUASAI. kalau sudah terbiasa dengan 5W1H, lainnya menjadi mudah.
Pertanyaan dari Rasita dari Bengkulu
Apakah
boleh kita membuat cerita yg berbeda-beda dalam satu buku ?
Jawab
: Sangat boleh. nanti judulnya adalah sebagai berikut, misalnya: DIGITAL
MINDSET: Dilihat dari Berbagai Perspektif.
Pertanyaan dari
Agus Purwadi, Ponjong
Maaf Prof, bagaimana cara membagi waktu untuk
menulis dengan jadwal Bpk yang super sibuk. Apakah meluangkan waktu khusus atau
disela-sela kesibukan Bapak untuk menulis?
Jawab
: Jika anda menyenangi yang anda lakukan, pasti waktu dapat anda alokasikan.
sebelum tidur saya terbiasa membuat 3-5 halaman tulisan. saking terbiasanya,
sekarnag kalau belum nulis, ndak bisa tidur. dan saya ingin meninggalkan legacy
untuk anak cucu saya. sehingga kalau nanti mereka ngecek siapa kakek atau kakek
buyutnya, bisa tercatat di internet. itulah cara hidup 1000 tahun lagi.
Pertanyaan
dari Sius – SMA 2 Salatiga
Saat
pandemi ini, semua kegiatan dilakukan secara online, baik sekolah, kuliah
bahkan kerja. Saat wabah nanti berakhir, apakah kegiatan ini bisa memungkinkan
dimasukkan ke dalam kurikulum, misalnya Senin-Rabu kegiatan tatap muka di
sekolah, Kamis- Jumat secara online.Karena secara tidak langsung ada
"memaksa" guru dan murid bahwa era digital class memang sudah harus
dilakukan. Terimakasih
Jawab
: Saya rasa akan ada perubahan besar2an dalam sistem pendidikan kita setelah
pandemi ini. teknologi akan banyak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
saya sudah prediksi ini 15 tahun yang lalu. tapi tidak menyangka kita belajar
e-learning bukan karena memanfaatkan peluang, tapi karena kita mendapatkan masalah
pandemi.
Dan
masih banyak pertanyaan pertanyaan lain yang tidak dapat saya cantumkan satu
persatu.



11 Komentar:
https://omjaylabs.wordpress.com/2020/04/13/kuliah-lewat-wa-bersama-prof-eko-indrajit/
Mantul bu resumnya
Keren langsung resume
mantap
mantap langsung jadi resumenya ..langsung ON
Di Ajarin sama Om Jay, tapi saya sempet ketinggalan resume yang pertemuan ke 10 kemarin. Belajar dari situ, mencoba untuk menuliskan langsung.
jos gandos kotos kotos resumnya singkat berisi dan menarik hati silakan mampir ke blog saya https://sugiyatnoogik.blogspot.com/
okey pak Sugiyanto
Mantap resumenya. Silakan juga berkunjung ke https://cintailmuadress.blogspot.com
mantap betul
Mantap
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda