Selasa, 31 Maret 2020

Pak Gembus




Pak Gembus

Pagi ini ku WhatsApp adikku, menanyakan kabarnya bagaimana. Sebagai seorang paramedis dengan kondisi saat ini  yang mencekam dibeberapa wilayah, aku ikut kuatir juga dengan keadaannya. Ku raih HPku yang kuletakkan di atas radio tape.
Kutulis kata salam pembuka dengan menanyakan kabarnya.
" Assalamualaikum, Wid, sampeyan jogo neng rumah sakit ? Gak muleh muleh tho? "
Gak lama, dibales wa ku, katanya " Keno SP mba, pulang sih boleh tapi di saranin jangan dulu pulang, disiapin asrama, kita mau pulang juga deg degkan, kuatir bawa virus buat anak istri "
Ya Rabb, bathinku dalam hati. Kasihan sekali adikku, harus terpisah sementara oleh anak dan istrinya. Ku balas wa nya dengan penguatan " Yo wes, di jogo ae stamina'e" sehat sehat terus yo"

Ku katakan padanya, sejak WFH aku juga belum silaturahim ke rumah ibu. Hanya bisa bersua melalui Vidio call saja. Lanjutnya, dia adiknya bertanya padaku, bukannya belum lockdown wilayahku. Ku katakan padanya, aku hanya ngikuti instruksi pimpinan saja, meminimalisir kegiatan di luar.

Eh ujung ujungnya, adekku Mala ngegerutu. Menurutnya, kebangetan banget sih masih mikir ekonomi padahal kondisi sudah memprihatinkan , dia yang akhirnya gak bisa pulang, karena pasien COVID terus bertambah di tempat dinasnya. Padahal gak cuma negara kita yang seperti ini, negara lain pun keadaan ekonominya lagi lungseh karena virus ini.
Aku hanya bisa menyuruhnya untuk sabar. Kita itu tinggal di negeri Pak Gembus, jadi kudu nerima keadaannya seperti ini. Kataku, gak usah lihat negeri lain.

Nek urip neng paman Sam, rakyate iso enthuk perhatian, berhubung Urip neng Negoro Pak Gembus, Yo koyo ngene kahanane. Sing ora duwe gaji mesakke, terpaksa tetep keluar. Engko sing disalahke wong ora duwe, jarene sing mara'i nyebar virus'e Ki uwong ora duwe, wong kere. Lah nek dipikir wong kere Ki opo iso mlaku mlaku nyang luar negeri. Padahal virus'e ki sengko luar negeri. Nasib wong kere ki, yo bakalan keno salahan terus
Sing sabar Yo dek, semoga semua ini cepet berakhir. Ku tutup pembicaraan dengan saling mendoakan.

vidio tugas selama home learning


Selama pembelajaran dirumah, ada beberapa tugas yang dikerjakan siswa dengan vidio, salah satunya tugas  tutorial membuat telepon kaleng. disini diharapkan siswa memiliki keberanian untuk mempresentasikan mater didepan orang. Jika biasanya mereka mempresentasikan di depan kelas, rata rata pada grogi karena sebagian temannya akan langsung berekprsesi jika ada sedikit kesalahan.

RESUME PERTEMUAN KE TIGA


RESUME PEMBELAJARAN PELATIHAN MENULIS PERTEMUAN KETIGA
SENIN, 30 MARET 2020

MEMBANGUN BRANDING MELALUI BLOG DAN MEDIA SOSIAL

Adalah tema dalam penyampaian materi pada pertemuan ke tiga ini. Dengan  narasumber seorang penggiat pendidikan , founder motivasipendidikan.com beliau masih sangat muda namun memiliki pengalaman yang cukup banyak dibidang pendidikan. Beliau adalah Bapak Namin AB Ibnu Solihin.
Bagaimana membangun branding ? Berikut pemaparan beliau pada pertemuan ketiga ini
Awalnya beliau ngeblog hanya sekedar mengisi waktu luang setelah selesai mengajar. Bentuk tulisanpun masih beragam. Hingga akhirnya beliau bertemua dengan komunitas blogger guraru.org membuat beliau memantapkan diri untuk menulis lebih baik lagi. Membangun branding lewat blog di mulai  pak Namin pada tahun 2014
Kunci dalam membangun branding menurut beliau adalah :
  1. Branding harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki
  2. Membangun branding harus selaras denga kepribadian kita, akan sangat membingungkab orang jika kita membranding diri dengan A namun dalam keseharian kita sikapnya B. jadi harus berbanding lurus antara tulisan dengan kenyataan.
  3. Menulis konten Blog dengan konsisten pada branding yang kita miliki adalah sebuah kewajiban yang harus kita taati. Misalkan kita ingin dikenal sebagai pakar pendidikan maka harus konsisten dengan tulisan yang kita buat berkaitan dengan hal tersebut.
  4. Selalu bersemangat untuk menulis.  Jadikan menulis sebagai sarana untuk

  • Menyebar kebaikan
  • Sebagai inspirasi, dan
  • Mengasah otak , karena dengan menulis otak akaan selalu digunakan untuk berfikir yang pada akhirnya akan mebuat otak akan lebih tajam karena sudah terasah dengan baik.
  • Jangan lupa dibarengi dengan kegemaran membaca. Dengan membaca akan memperbanyak perbendaharaan kata dan ilmu.


Kata kata beliau yang buat saya menjadi kata kata penyemangat, adalah “ Janganlah pernah berhenti untuk memantaskan diri menjadi pribadi yang menginspirasi , menggerakkan dan meneladani”.

By : Yuyun Dwi Mulyani
SDN Cipinang Besar Utara 07 Petang. Jatinegara . Jakarta Timur




Senin, 30 Maret 2020

Dusun Pancuran


Dusun Pancuran

Perjalanan kali ini tidak seperti biasanya. Dengan kakakku, yang membawa kendaraan sendiri, kita bisa keliling keliling silaturahim ketempat saudara yang sudah lama tidak kita kunjungi. Kali ini, kami pulang ke kampung tempat kelahiran kami. Tidak ada kendaraan umum, transportasi yang ada hanyalah motor atau sepeda, bagi yang tidak punya cukup dengan berjalan kaki.

Tiba di desaku, Pancuran namanya. Aku disambut oleh paklek dan Bulek, mereka adik dari ibuku. Tinggal mereka saudara kandung ibu yang masih ada di Pancuran. Yang lain sudah merantau mencari peruntungan dikota.

"Lah, nduk... Kok Ndak kasih kabar kalau mau datang?" Kata bulek, sambil dipeluknya kami satu persatu. Di ajaknya kami ke meja makan, karena kebetulan kami tiba pukul 11.45, diatas meja makan sudah terhidang makanan kesukaan kami, sayur nangka / gudeg dengan ayam goreng dan lalapan kemangi plus sambel bawang ala kampung. Kami lanjutkan dengan menceritakan kabar kami masing masing. Sesekali kuperhatikan Paklek dan Bulek matanya berbinar dengan kedatangan kami.  Senangnya, belum tentu setahun sekali kami bisa berkunjung. Semoga ditahun ini kami dapat berkumpul lagi.


Minggu, 29 Maret 2020

Ketoprak


                        MALU gara gara KETOPRAK

Ku pesan sepiring ketroprak untuk mengganjal rasa laparku. Kepada penjual ketoprak di depan kampus, ku ingatkan agar membuat seperti kebiasaan ku.  Ku lanjutkan membaca materi ujian hari ini, tak kuperhatikan kondisi di sekelilingku. Tak lama sudah ada sepiring ketroprak di hadapanku. Tanpa berfikir lagi, langsung ku sendokkan kemulutku. Ku kunyah cepat karena laparnya. Keringat bercucuran aku ambil minum di kantung tasku, kenapa pedas sekali pikirku. Padahal aku mesan hanya minta satu cabe. Kulanjutkan makan dengan terus menahan pedas dimulut. 

Kudengar seorang tertawa di depanku. " Rul, klo makan liat liat dong, itu ketroprak pesanan gue" Rasain lu kepedasan" katanya. Aku langsung terdiam, dan kuperhatikan di depanku. Ternyata sudah duduk beberapa temanku. Mereka hanya menggelengkan kepala melihat kelakuanku. 
Aku hanya lapar, setelah selesai ngajar tadi siang, aku gak sempat makan karena harus buru buru ke kampus agar tidak telat ikut ujian. Ternyata sebelum aku pesan ketroprak beberapa temenku sudah pesan terlebih dahulu, hanya saja mereka tinggal karena hendak mengambil foto copian ditempat bang Juned. 

Pada saat ujian baru setengah jalan, terasa melilit kurasakan. Ku tahan, agar tetap bisa selesai ujian, namun tiba - tiba tuuuuuuuuuuuttttttttttttttttt. Ku langsung ngibrit keluar ruangan, tanpa pamit ke dosen pengawas ujian.

TERJEBAK






TERJEBAK

Lesu, seperti tiada semangat saat ini. Hampir seminggu ragaku seperti terkurung. Tak bisa kemana mana. Sehari hari hanya berkutat  di kamar, ruang tamu,  dapur, dan teras rumah setelah itu kembali lagi ke kamar. Hanya diarea itu saja aku bisa bergerak. 2 hari sekali kuberanikan diri keluar rumah, itupun karena sudah tidak ada bahan makanan lagi untuk di masak.

Hari ini seperti hari kemarin, selesai menyiapkan soal soal dalam bentuk google form, ku beranjak ke arah dapur untuk mulai mengolah yang bisa di olah. Terdengar nada dering HP di meja. Ku angkat dan terdengar suara di seberang sana. "Bun, aku mau pulang. Nur sudah gak betah". Bingung, panik aku hanya bisa mondar mandir karena tidak tahu harus berbuat apa.

Beberapa daerah  sudah menetapkan Lockdown. Termasuk di Jakarta lantas jika anakku memaksakan diri pulang, bagaimana nasibnya nanti setiba di bandara? Bisakah sampai dirumah atau justru masuk karantina ? Aku benar benar terjebak

Yuyun Dwi Mulyani
SDN Cipinang Besar Utara 07
Jatinegara

Sabtu, 28 Maret 2020

RESUME PERTEMUAN KE 2


RESUME PEMBELAJARAN PELATIHAN MENULIS PERTEMUAN KEDUA
SABTU, 28 MARET 2020

Pada pertemuan kedua ini, yang menjadi narasumbernya adalah Ibu Rosiana Febriyanti, beliau adalah seorang pendidik dan juga penulis buku. Beliau saat ini aktif di SMAIT AL KAHFI.
Di pertemuan kali ini, Ibu Rosiana menjelaskan tentang pengertian dari Pentigraf. Jujur saya setua ini ( ehmmmm ) baru mendengar yang namanya pentigraf, belum familiar di telinga saya. Paling yang sering muncul dan terdengar di telinga saya adalah kata kata paragraf, homograf. Berdasarkan penjelasan beliau, Pentigraf adalah Akronim dari cerpen tiga paragraf. Meskipun hanya tiga paragraf buka berarti cerita tersebut putus tanpa ada kesimpulan. Kemudian beliau juga memaparkan ciri ciri dari PENTIGRAF, yaitu :
  1.              Panjang tulisan adalah 3 paragraf
  2.              Satu paragraf hanya memiliki satu gagasan pokok
  3.             Secara teknis penulisan di computer, satu paragraf itu satu kali ENTER
  4.             Sebagai cerpen, pentigraf memiliki ciri ciri narasi :
Ø  Alur ( ada konfliknya )
Ø  Tokoh ( yang menggerakkan alur )
Ø  Topik ( persoalan yang di alami tokoh )
Ø  Latar ( waktu, tempat dan suasana )

Seperti pada pertemuan pertama,  narasumber juga menjelaskankan bagaimana proses kreatif itu bisa muncul. Dikatakan bahwa ide itu bisa ada dimana mana, dalam keseharian kita, mendengar dari teman. Ketika sebuah ide itu muncul ide tersebut jangan dituangkan mentah mentah seperti orang curhat, namum harus dikelola mrenjadi cerita yang baru yang menarik dengan dikemas dengan apik. Pentigraf boleh di awalai dengan memunculkan konflik atau solusi atau pengenalan karakter tokoh. Endingnya bisa beraneka macam. Ada yang bahagia, ada yang menyedihkan, ada pula yang twist atau memberi kejutan. Dalam pembuatan pentigraf berikut yang harus diperhatikan :

  • v  Dialog dalam pentigraf diminimalkan, namun tetap ada sebagai bumbu.
  • v  Struktur pentigraf adalah permulaan, tengah dan penutup.
  • v  Kisah harus bergerak maju lengkap dengan konflik
  • v  Paragraph kedua berisi alur dan hanya ada satu kalimat langsung.
  • v  Paragraph ketiga adalah kesimpulan. Buatlah kesimpulan yang menarik dan berkesan bagi pembaca.
Demikianlah resume pertemuan kedua. Semoga dapat diambil manfaatnya, terutama untuk diri saya sendiri.

By : Yuyun Dwi Mulyani
SDN Cipinang Besar Utara 07 Petang. Jatinegara . Jakarta Timur

Berikut Pentigraf yang saya buat berdasarkan materi yang diberikan narasumber
Terjebak
Lesu, seperti tiada semangat saat ini. Hampir seminggu ragaku seperti terkurung. Tak bisa kemana mana. Sehari hari hanya berkutat  di kamar, ruang tamu,  dapur, dan teras rumah kembali lagi ke kamar. Hanya diarea itu saja aku bisa bergerak. 2 hari sekali kuberanikan diri keluar rumah, itupun karena sudah tidak bahan lagi untuk di masak.
Hari ini seperti hari kemarin, selesai menyiapkan soal soal dalam bentuk google form, ku beranjak ke arah dapur untuk mulai mengolah yang bisa di olah. Terdengar nada dering HP di meja. Ku angkat dan terdengar suara di seberang sana. "Bun, aku mau pulang. Nur sudah gak betah". Bingung, panik aku hanya bisa mondar mandir karena tidak tahu harus berbuat apa.
Beberapa daerah  sudah menetapkan Lockdown, termasuk di Jakarta lantas jika anakku memaksakan diri pulang, bagaimana nasibnya nanti setiba di bandara? Bisakah sampai dirumah atau justru masuk karantina ? Aku benar benar terjebak

Jumat, 27 Maret 2020

KUCING

KUCING

Kucing adalah binatang peliharaan bagi sebagian orang. Bulunya yang lembut, coraknya yang beragam, menjadi daya tarik bagi sebagian orang untuk memeliharanya. Lucu dan imut kesan yang diberikan oleh hewan yang satu ini. Keponakan - keponakanku sangat suka dengan hewan ini, ada berapa ekor yang dipeliharanya.

Awalnya tidak ada niat buat memelihara namun karena kasihan dengan seekor kucing yang tiba-tiba sering datang kerumah. Kucing yanv datang dengan keadaan yang memprihatinkan, lusuh kurus dan bulunya kusam tak terawat. Keponakan mengambilkan  makanan untuk kucing tersebut.
Hari berikutnya ia datang lagi, dan keponakan kembali memberikan makanan, sesekali di usap bulu bulunya. Lama lama, si kucing menetap, dan dirawat oleh keponakan. Diberinya nama si Hitam. Lucunya, kalau keponakan keluar rumah, maka si Hitam akan mengikutinya dari belakang. Kemanapun keponakan pergi, pasti si Hitam akan mengikuti. Kecuali jika keponakan pergi kuliah, maka keponakan hanya memberikan instruksi kepada si Hitam untuk diam. Dan lucunya, si Hitam akan diam, tidak mengikuti.

Kalau saya sendiri, paling tidak suka dengan hewan yang satu ini, ada trauma. Sampai sekarang hanya berani memandangnya, jika ada kucing yang mendekat maka aku akan buru buru menjauh. Bahkan pernah, suatu ketika aku bersikap kasar. Tidak ada maksud untuk kasar sebenarnya, hanya refleks karena ketakutan ku dengan kucing. Pada saat itu aku pergi ke daerah Cisarua, untuk mengikuti kegiatan Sanlat. Setelah sampai di tempat tujuan aku dan beberapa temanku duduk duduk untuk mengistirahatkan kaki, setalah berjalan kaki hampir sekitar 7 km. Sedang asyik asyiknya duduk tiba tiba muncul di sampingku seekor kucing. Mungkin sang kucing hanya ingin bermanja manja di sampingku, namun karena rasa takut, aku langsung loncat berdiri dan mengusir si kucing dengan kakiku. Kalau di ingat kejadian itu, ada rasa nyesel juga. Kok bisa bisanya ya aku usir itu kucing dengan kaki, tpi pada saat itu tidak ada pikiran lagi kecuali si kucing harus menjauh dari aku.
Saat ini, aku berusaha untuk tidak takut lagi. Apalagi setelah membaca bahwa ternyata kucing itu membawa aura positif bagi orang yang didekatnya. Namun untuk terlalu dekat dan berlama lama dengan kucing rasa rasanya masih belum bisa. Maaf ya kucing.....

Yuyun Dwi Mulyani
SD Negeri Cipinang Besar Utara 07
Jatinegara
JAKARTA TIMUR

Buah hati yang di nanti



ANAK BUAH HATI YANG DI NANTI



Anak adalah sebuah Rizki yang Alloh berikan kepada siapa saja hamba-Nya yang di kehendaki. Setiap orang yang sudah menikah pasti sangat mengharapkan seorang anak hadir dalam kehidupan pernikahannya. Anak sebagai penyejuk hati, pengobat rasa lelah setelah seharian bekerja di luar rumah.

Namun tidak semua pernikahan Alloh beri amanah berupa anak. Bukan berarti Alloh tidak sayang terhadap hamba-Nya, namun Alloh ingin menguji sejauh mana hamba-Nya tetep berharap kepada-Nya. Diberikan anak ( keturunan ) atau tidak diberi keturunan semua pasti ada hikmahnya.

Sebagai hamba-nya, kita hanya bisa memasrahkan diri atas kehendaknya. Anak adalah titipan, seperti halnya harta. Setiap titipan akan dimintai pertanggungjawaban nantinya di akhirat. Jadi bagi kita yang diberikan anak maka sesungguhnya kita harus menjaganya, mendidiknya sesuai kehendak yang memberikan amanah tersebut. Sementara bagi kita yang belum diberikan amanah berupa anak, harus tetap berpikir positif, bahwa ini adalah hal yang terbaik untuk saat ini. Jika waktunya sudah tepat, Alloh SWT pasti akan memberikannya kepada kita. Meskipun mungkin Alloh tidak memberikannya di dunia, yakinlah Alloh akan memberikannya kelak di akhirat.

By : Yuyun Dwi Mulyani
SDN Cipinang Besar Utara 07
Jatinegara
Jakarta Timur
https://yuyundwimulyani.blogspot.com/

Kamis, 26 Maret 2020

resume pertemuan pertama


RESUME PEMBELAJARAN PELATIHAN MENULIS PERTEMUAN PERTAMA
Aktivitas menulis adalah aktivitas yang bisa dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Namum dalam menulis ( menurut saya pribadi ) yang paling sulit adalah memulainya.
Pada pertemuan pertama, Nara sumber meminta kita para peserta untuk membuat tulisan dengan 3 alinia. Dengan di tampilan sebuah gambar para peserta di harapkan mampu menuangkannya dalam sebuah tulisan.
Buat saya pribadi, harus berpikir agak lama saat di tampilkan gambar sebuah piring yang terisi dengan somay lengkap dengan saus kacang dan sambalnya. Apa yang mau saya tulis ? Apakah saya akan menuliskan gambaran tentang somay, bagaimana cara membuatnya, atau dari mana asal makanan somay. Jujur masih blank.
Akhirnya saya biarkan pikiran saya berimajinasi, membayangkan bahwa saat ini saya merasa takjub dengan sepiring somay, rasa lapar yang ditimbulkan dari gambarnya. Dan mulai menulis apa saja yang muncul dalam pikiran saya.
Seperti inilah tulisan yang akhirnya muncul di pikiran saya :
“ Di hadapanku saat ini telah terhidang sepiring somay. Dengan saus kacang yang menggugah selera ditambah dengan toping soas sambel untuk menambah rasa. Sudah sejak pagi kutahan rasa lapar ini, karena belum ada rezeki yang menghampiri. Sudah berpuluh puluh pintu ku ketuk untuk menawarkan jasaku. Dengan kondisi pendidikan yang rendah, tak punya banyak keahlian yang aku miliki. Satu satunya yang kubisa dan ku punya adalah badan ini. Sudah berpeluh badan ini berjalan berkeliling kampung, namun tak jua kutemui seorangpun yang membutuhkan tenagaku.
Dengan tenaga yang tersisa, aku berusaha tetap berjalan. Waktu sudah menunjukan pukul 13.00. Panas terik menambah lemah tubuh ini. Akhirnya kulihat didepan Masjid berdiri gagah. Aku ingat, bahwa cukup lama aku tak berkunjung kerumahNYA. Dengan rasa malu, ku masuki rumahNYA. Ku seretkan kaki ke arah tempat wudhu.
Malu, itu yang ku rasa. Setelah ku ungkapkan semua keluhku. Hilang sedikit beban yang bergelayut di dadaku. Ku pasrahkan diri. Dan berharap masih ada rezeki yang menghampiri. Kulangkahkan kaki ke arah pelataran masjid. Mataku tertuju ke tukang somay yang mangkal dipelataran. Aku hanya bisa menatap tanpa gerak. Tiba tiba, dari belakang muncul seseorang, menepukku dan berkata " Ayuk bang, ikut saya. Kita makan somay di depan" Tanpa bisa berkata, tanganku sudah di raihnya. Dan dia berkata " Mas, somay dua mangkok ya"  Tanpa menunggu lama. Sepiring somay sudah ada didepan mata. Rasa lapar yang sejak tadi menghampiri membuatku langsung menyantapnya tanpa berfikir lagi.”

Setelah semua menyerahkan hasil tulisannya, kemudian narasumber menyampaikan bahwa dalam menulis ada beberapa hal yang bisa kita jadikan patokan sebagai penulis pemula :
1.      Kita harus berani untuk mengeluarkan melalui tulisan apa apa yang kita pahami tentang suatu objek untuk dijadika tulisan.
2.      Ide itu banyak, ada didepan mata kita. Jadi jangan kuatir akan kehabisan ide.
3.      Mulailah menulis dengan apa yang kita sukai dan kuasai.
4.      Sering seringlah membuat tulisan, karena dari seringnya kita melatih diri akan membuat kita lebih terampil dalam menuangkan ide ide.
5.      Share tulisan yang kita buat ke blog. Misalnya https://yuyundwimulyani.blogspot.com/
Demikianlah resume pertemuan pertama ini. Semoga dapat diambil manfaatnya, terutana untuk diri saya sendiri.
By : Yuyun Dwi Mulyani
SDN Cipinang Besar Utara 07 Petang. Jatinegara . Jakarta Timur


Pelatihan hari pertama

Hari ini, 26 Maret 2020
Pukul 19.00
Pelatihan Menulis dimulai

Di awal, instruktur meminta para peserta untuk membuat tulisan berdasarkan gambar yang di share oleh instruktur.

Pelatihan awal ini di mulai dengan. Menulis 3 Alinie

Di bawah ini tulisan awal saya.

Seadanya , sekenanya, sedapatnya.

SOMAY

Di hadapanku saat ini telah terhidang sepiring somay. Dengan saus kacang yang menggugah selera ditambah dengan toping soas sambel untuk menambah rasa. Sudah sejak pagi kutahan rasa lapar ini, karena belum ada rezeki yang menghampiri. Sudah berpuluh puluh pintu ku ketuk untuk menawarkan jasaku. Dengan kondisi pendidikan yang rendah, tak punya banyak keahlian yang aku miliki. Satu satunya yang kubisa dan ku punya adalah badan ini. Sudah berpeluh badan ini berjalan berkeliling kampung, namun tak jua kutemui seorangpun yang membutuhkan tenagaku.

Dengan tenaga yang tersisa, aku berusaha tetap berjalan. Waktu sudah menunjukan pukul 13.00. Panas terik menambah lemah tubuh ini. Akhirnya kulihat didepan Masjid berdiri gagah. Aku ingat, bahwa cukup lama aku tak berkunjung kerumahNYA. Dengan rasa malu, ku masuki rumahNYA. Ku seretkan kaki ke arah tempat wudhu.

Malu, itu yang ku rasa. Setelah ku ungkapkan semua keluhku. Hilang sedikit beban yang bergelayut di dadaku. Ku pasrahkan diri. Dan berharap masih ada rezeki yang menghampiri. Kulangkahkan kaki ke arah pelataran masjid. Mataku tertuju ke tukang somay yang mangkal dipelataran. Aku hanya bisa menatap tanpa gerak. Tiba tiba, dari belakang muncul seseorang, menepukku dan berkata " Ayuk bang, ikut saya. Kita makan somay di depan" Tanpa bisa berkata, tanganku sudah di raihnya. Dan dia berkata " Mas, somay dua mangkok ya"  Tanpa menunggu lama. Sepiring somay sudah ada didepan mata. Rasa lapar yang sejak tadi menghampiri membuatku langsung menyantapnya tanpa berfikir lagi.