Pak Gembus
Pak Gembus
Pagi ini ku WhatsApp adikku, menanyakan kabarnya bagaimana. Sebagai seorang paramedis dengan kondisi saat ini yang mencekam dibeberapa wilayah, aku ikut kuatir juga dengan keadaannya. Ku raih HPku yang kuletakkan di atas radio tape.
Kutulis kata salam pembuka dengan menanyakan kabarnya.
" Assalamualaikum, Wid, sampeyan jogo neng rumah sakit ? Gak muleh muleh tho? "
Gak lama, dibales wa ku, katanya " Keno SP mba, pulang sih boleh tapi di saranin jangan dulu pulang, disiapin asrama, kita mau pulang juga deg degkan, kuatir bawa virus buat anak istri "
Ya Rabb, bathinku dalam hati. Kasihan sekali adikku, harus terpisah sementara oleh anak dan istrinya. Ku balas wa nya dengan penguatan " Yo wes, di jogo ae stamina'e" sehat sehat terus yo"
Ku katakan padanya, sejak WFH aku juga belum silaturahim ke rumah ibu. Hanya bisa bersua melalui Vidio call saja. Lanjutnya, dia adiknya bertanya padaku, bukannya belum lockdown wilayahku. Ku katakan padanya, aku hanya ngikuti instruksi pimpinan saja, meminimalisir kegiatan di luar.
Eh ujung ujungnya, adekku Mala ngegerutu. Menurutnya, kebangetan banget sih masih mikir ekonomi padahal kondisi sudah memprihatinkan , dia yang akhirnya gak bisa pulang, karena pasien COVID terus bertambah di tempat dinasnya. Padahal gak cuma negara kita yang seperti ini, negara lain pun keadaan ekonominya lagi lungseh karena virus ini.
Aku hanya bisa menyuruhnya untuk sabar. Kita itu tinggal di negeri Pak Gembus, jadi kudu nerima keadaannya seperti ini. Kataku, gak usah lihat negeri lain.
Nek urip neng paman Sam, rakyate iso enthuk perhatian, berhubung Urip neng Negoro Pak Gembus, Yo koyo ngene kahanane. Sing ora duwe gaji mesakke, terpaksa tetep keluar. Engko sing disalahke wong ora duwe, jarene sing mara'i nyebar virus'e Ki uwong ora duwe, wong kere. Lah nek dipikir wong kere Ki opo iso mlaku mlaku nyang luar negeri. Padahal virus'e ki sengko luar negeri. Nasib wong kere ki, yo bakalan keno salahan terus
Sing sabar Yo dek, semoga semua ini cepet berakhir. Ku tutup pembicaraan dengan saling mendoakan.



4 Komentar:
Mantul bu 👍
Kunjungi juga ya https://arifiani05.blogspot.com/
Keren ok Bu.. tulisannya...Silahkan sy tunggu kunjungan baliknya di www.sarastiana.com
Bagus
Ashiaaaappppp
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda