KUCING
KUCING
Kucing adalah binatang peliharaan bagi sebagian orang. Bulunya yang lembut, coraknya yang beragam, menjadi daya tarik bagi sebagian orang untuk memeliharanya. Lucu dan imut kesan yang diberikan oleh hewan yang satu ini. Keponakan - keponakanku sangat suka dengan hewan ini, ada berapa ekor yang dipeliharanya.
Awalnya tidak ada niat buat memelihara namun karena kasihan dengan seekor kucing yang tiba-tiba sering datang kerumah. Kucing yanv datang dengan keadaan yang memprihatinkan, lusuh kurus dan bulunya kusam tak terawat. Keponakan mengambilkan makanan untuk kucing tersebut.
Hari berikutnya ia datang lagi, dan keponakan kembali memberikan makanan, sesekali di usap bulu bulunya. Lama lama, si kucing menetap, dan dirawat oleh keponakan. Diberinya nama si Hitam. Lucunya, kalau keponakan keluar rumah, maka si Hitam akan mengikutinya dari belakang. Kemanapun keponakan pergi, pasti si Hitam akan mengikuti. Kecuali jika keponakan pergi kuliah, maka keponakan hanya memberikan instruksi kepada si Hitam untuk diam. Dan lucunya, si Hitam akan diam, tidak mengikuti.
Kalau saya sendiri, paling tidak suka dengan hewan yang satu ini, ada trauma. Sampai sekarang hanya berani memandangnya, jika ada kucing yang mendekat maka aku akan buru buru menjauh. Bahkan pernah, suatu ketika aku bersikap kasar. Tidak ada maksud untuk kasar sebenarnya, hanya refleks karena ketakutan ku dengan kucing. Pada saat itu aku pergi ke daerah Cisarua, untuk mengikuti kegiatan Sanlat. Setelah sampai di tempat tujuan aku dan beberapa temanku duduk duduk untuk mengistirahatkan kaki, setalah berjalan kaki hampir sekitar 7 km. Sedang asyik asyiknya duduk tiba tiba muncul di sampingku seekor kucing. Mungkin sang kucing hanya ingin bermanja manja di sampingku, namun karena rasa takut, aku langsung loncat berdiri dan mengusir si kucing dengan kakiku. Kalau di ingat kejadian itu, ada rasa nyesel juga. Kok bisa bisanya ya aku usir itu kucing dengan kaki, tpi pada saat itu tidak ada pikiran lagi kecuali si kucing harus menjauh dari aku.
Saat ini, aku berusaha untuk tidak takut lagi. Apalagi setelah membaca bahwa ternyata kucing itu membawa aura positif bagi orang yang didekatnya. Namun untuk terlalu dekat dan berlama lama dengan kucing rasa rasanya masih belum bisa. Maaf ya kucing.....
Yuyun Dwi Mulyani
SD Negeri Cipinang Besar Utara 07
Jatinegara
JAKARTA TIMUR



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda