Senin, 30 Maret 2020

Dusun Pancuran


Dusun Pancuran

Perjalanan kali ini tidak seperti biasanya. Dengan kakakku, yang membawa kendaraan sendiri, kita bisa keliling keliling silaturahim ketempat saudara yang sudah lama tidak kita kunjungi. Kali ini, kami pulang ke kampung tempat kelahiran kami. Tidak ada kendaraan umum, transportasi yang ada hanyalah motor atau sepeda, bagi yang tidak punya cukup dengan berjalan kaki.

Tiba di desaku, Pancuran namanya. Aku disambut oleh paklek dan Bulek, mereka adik dari ibuku. Tinggal mereka saudara kandung ibu yang masih ada di Pancuran. Yang lain sudah merantau mencari peruntungan dikota.

"Lah, nduk... Kok Ndak kasih kabar kalau mau datang?" Kata bulek, sambil dipeluknya kami satu persatu. Di ajaknya kami ke meja makan, karena kebetulan kami tiba pukul 11.45, diatas meja makan sudah terhidang makanan kesukaan kami, sayur nangka / gudeg dengan ayam goreng dan lalapan kemangi plus sambel bawang ala kampung. Kami lanjutkan dengan menceritakan kabar kami masing masing. Sesekali kuperhatikan Paklek dan Bulek matanya berbinar dengan kedatangan kami.  Senangnya, belum tentu setahun sekali kami bisa berkunjung. Semoga ditahun ini kami dapat berkumpul lagi.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda