Selasa, 28 April 2020

PROSES PERANCANGAN DESAIN PEMBELAJARAN

Resume ke 21



PROSES PERANCANGAN DESAIN PEMBELAJARAN

Proses perancangan desain pembelajaran terdiri dari beberapa langkah yg  diuraikan sebagai berikut:
Langkah 1
Kita perlu mendapatkan data dan informasi guna mendapatkan masukan dari siswa/pengguna atas materi2 yg dianggap sulit atau perlu dipelajari lebih lanjut

Langkah 2
Berdasarkan data yg di dapat dari langkah 1 selanjutnya kita perlu membuat identifikasi kebutuhan peserta didik terhadap mata pelajaran / bahan yang akan kita rancang

langkah 3
Berdasarkan data langkah 2 selanjutnya kita mulai membuat analisis instruksional/pembelajaran mata pelajaran yang akan kita rancang

Langkah 4
Seorang perancang perlu mendapatkan gambaran karakteristik peserta didik yang akan menjadi target atau pemakai buku yg kita rancang

Langkah 5
Membuat rumusan tujuan instruksional khusus (penggunaan istilah instruksional disini berdasarkan sumber asli yg di karang oleh Dick & Carrey yaitu instructional)

Langkah 6
Melakukan penyusunan TES

Langkah 7
Membuat perencanaan strategi instruksional/pembelajaran yang akan digunakan.

Langkah 8
Mengembangkan dan memilih bahan instruksional. Bahan pembelajaran yang dirancang dapat dibedakan menjadi 2 yaitu bahan tercetak dan bahan online. Dalam hal perancangan bahan pembelajaran (Buku) dapat digunakan teori Rothwel dan untuk bahan online bisa menggunakan teori hannafin)

Langkah 9
Setelah draft bahan tersedia (langkah 8) selanjutnya perlu dilakukan evaluasi formatif sbb:
one-to-one expert dengan melibatkan 4 orang pakar (pakar Desain, pakar Media, pakar Materi, pakar bahasa);

  •  One-to-one learner (melibatkan 3 orang siswa yang berdasarkan dari siswa peringkat atas, menengah dan bawah);
  • Evaluasi Small group (melibatkan sekitar 9 siswa yang berasakl dari kelompok, menengah dan bawah);
  • Field trial yaitu tahap uji coba luas dengan melibatkan siswa sekitar 30 siswa  yang berasal dari kelompokl Atas, menengah dan bawah.

Setiap tahapan mulai evaluasi one-to-one, evaluasi small group akan menghasilkan namanya draft bahan pembelajaran dan setelah field trial baru dinamakan prototipe bahan pembelajaran.

Langkah yng terakhir Evaluasi Sumatif sifatnya tidak harus dilakukan dalam proses desain pembelajaran karena harus dilakukan oleh pihak lain.

Sedangkan untuk buku pembelajaran yang dirancang untuk keperluan penerbit bisanya pihak penerbit sudah mempunyai format/standar tertentu. Sehingga jika penulis ingin memasukkan buku agar bisa diterbitkan oleh penerbit maka format yg digunakan harus mengacu kepada format yang digunakan oleh penerbit.

Semoga ilmunya bermanfaat untuk kita semua.

Minggu, 26 April 2020

Buka puasa pakai apa Bun?


Puasa hari ke - 3 pengennya sudah yang macam macam. Mau kolak lah, mau bakwan lah, minumannya es buah, ada yang mau teh manis ada yang kepengan jus. Empat kepala, empat rasa. Anak - anak kadang suka gak bisa ngertiin, klo kondisi kayak gini bisa ketemu makanan aja sudah harus berucap syukur. Sementara diluar sana banyak saudara saudara kita yang untuk bisa ketemu nasi sehari tiga kali saja susahnya.

Ku jelaskan kepada anak anakku, puasa itu bukan berarti harus berfoya foya umbar makanan pada saat berbuka. Puasa itu justru kita diajarkan agar bisa memahami kondisi orang yang kekurangan. Kukatakan pada mereka, nikmati yang ada, jangan cari yang tidak ada. Ku suruh si sulung untuk melihat kulkas, agar bisa melihat apa yang ada dan bisa dibuat apa.

Setelah mendengar penjelasanku , si sulung lebih bersemangat, tidak memaksakan kemauannya. Di lihatnya kulkas. Terdengar rasa syukurnya " Alhamdulillah, Bun ada Alpukat nih. Bikin es Buah aja ya Bun, kan masih ada susu SKM juga !" Katanya. Ku anggukan kepalaku, " Cepetan gih sana, 15 menit lagi sudah mau magrib" Kataku

Dengan sigapnya, di keluarkan ya 3 buah alpukat dan susu SKM, disiapkannya wadah. Di olahnya dengan cepat. Sudah terbayang buka puasa kali ini dengan es Alpukat susu. Ehmmmm nikmatnya.

Sabtu, 25 April 2020

MEMASARKAN BUKU ? MUDAH KAH ?


 Resume ke 19

MEMASARKAN BUKU ? MUDAH KAH ?

Setelah beberapa kali pertemuan dalam pelatihan, dipertemuan kali ini akan dibahas tentang tehnik menjual buku. Ketika kita sudah memiliki kemampuan untuk membukukan tulisan tulisan kita, maka langkah selanjutnya bagaimana caranya agar buku kita di baca oleh banyak orang. Yuk kita simak pembahasan berikut ini.

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak  anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya khususnya barang konsumsi. Saat ini terdapat 1 328 penerbit yang terdaftar sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan jumlah penerbit aktif sebanyak 711 penerbit, dan sisanya sudah tidak aktif lagi.

Dalam rangka  mempertahankan Industri Penerbitan Buku , agar terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka perlu adanya strategi pemasaran. Srategi Pemasaran biasanya hampir dipakai oleh semua wirausaha, intreprenur yang menjalankan bisnis.

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis  jenis buku yang di terbitkan. Jenis  jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).
Dari jenis  jenis katagori buku tersebut Penerbit ANDI melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :
Faktor Mikro  yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku, Penerbit ANDI masuk dalam  kedua faktor tersebut yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori.

Strategi Pemasaran buku menggunakan dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat. Dua strategi tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara.
a.      Pemasaran buku lewat Online
Saat ini yang sedang ngetren dan gencar di dunia maya yaitu Strategi Pemasaran yang banyak di pakai oleh setiap orang yang sudah mengerti teknologi internet yaitu berpromosi lewat Online melalui website dan media sosial lainya. Ketika sudah mempunyai produk buku yang jenis katagorinya banyak maka langkah awal harus membuat website.  Website merupakan markas besar untuk sebuah bisnis penjualan buku. Dengan website tersebut  kita isi produk, harga, promosi, layanan, alamat, testimoni, dan lain sebagainya.

Penjualan buku lewat Online  harus  proaktive untuk  promosi , supaya  dapat :
·         Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
·         Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
·         Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
·         Menaikan penjualan dan profit
·         Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
·         Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
·         Mengubah tingkah laku , persepsi dan pendapat konsumen
Media Online yang dapat kita lakukan untuk promosi dan penjualan buku yaitu sudah tidak asing lagi dibenak anda sekalian yaitu lewat telepon, w.a, sms, email, dll.

Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing  masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

Strategi pemasaran buku serangan Darat
Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Penerbit Andi telah mempunya 43 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :
1.       Toko Buku
Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  perlu memetakan jenis toko buku. Toko buku ini dipetakan menjadi tiga jenis yaitu
Toko Buku Modern,
Toko Buku Semi Modern,
dan Toko Buku Tradisional. 
Kenapa kita perlu petakan jenis toko buku tersebut , hal ini dikarenakan tiap jenis toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda.
Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.
Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko . Sedangkan Toko Tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual .
Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.
Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :
·         Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .
·         Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
·         Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
·         Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )
·         Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

2.       Directselling
Pemasaran Buku melalui Directselling ini dipetakan berdasarkan jenis katagori buku yang diterbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini  dibagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
·         Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
·         Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah
·         Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .
Tugas Tenaga Penjual / sales tersebut  diberi tanggungjawab target sesuai maping areanya masing  masing yang bertugas :
·         Kunjungan langsung ke tiap sekolah
·         Kunjungan langsung ke setiap kampus
·         Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpustakaan Kampus, Perpustaan Daerah dll.
Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampak hasil penjualan buku dapat meningkat.

3.       Melakukan Event  Event
Aktive dalam melakukan event  event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.
Demikianlah beberapa Strategi pemasaran buku secara singkat , dan masih banyak lagi strategi pemasaran buku yang belum tersampaikan.

 Setelah sekesai pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab diantaranya sebagai berikut

Pertanyaan 1
Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).  Apakah penerbit andi punya toko online dan bekerjasama dengan tokopedia? Saraswati banyuwangi
Jawab 1
Kami penerbit Andi mempunyai website : www.andipublisher.com dan Ibu dapat langsung bertransaksi lewat website tersebut. Kami juga bekerjasama dengan  semua marketplace termasuk tokopedia.... Terimakasih

Pertanyaan 2
Strategi Pemasaran buku yang telah kami petakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat,
apakah yang paling sulit dari keduanya? Albert Kupang
Jawab 2
Dari kedua strategi tersebut paling sulit adalah strategi pemasaran serangan darat dikarenakan membutuhkan waktu tenaga dan tentunya adanya follow up yang terus menerus...
Sehingga keberhasilan ditentukan oleh tenaga penjual yg kita percayakan.
Demikian yang dapat saya sampaikan dari pertanyaan pak Albert...terimakasih

Pertanyaaan 3,
Pak Agus, bagi penulis buku pemula pemasaran yg plg efektif yg mana? Apakah serangan udara, directselling, ataukah event. Ataukah perlu ketiganya jalan bersama? Terima kasih.
Isminatun, Sukoharjo
Jawab 3
Bagus sekali pertanyaan nya...
Bagi penulis pemula... Kalau naskahnya dinyatakan diterima dan diterbitkan oleh penerbit skala nasional seperti Penerbit Andi, tentunya kami akan lakukan langsung memakai dua strategi pemasaran tersebut...
Tapi bila penulis tersebut  menerbitkan sendiri tidak melalui Penerbit... Maka dapat melakukan strategi pemasaran buku serangan Udara di point 2 (komunitas dan gunakan media sosial secara mandiri) . Terimakasih

Pertanyaan 4,
Pak Agus sy mukminin dari Lamongan. Mau tanya. Untuk penulis yg bukunya diterbitkan penerbit mayor spt penerbit Andi mhn maaf biar tahu brp royaltinyanya dan apakah penulis juga punya tugas yg jwb memadatkan bukunya. Mksih
Jawab 4
Penulis mendapatkan hak Royalti 10% dari total nilai transaksi terjual.
Kalau di penerbit Andi rata2 diberikan Royati per 6 bulan / Semester terhitung sejak buku telah terdistribusi dan di tandatangani perjanjian kedua pihak (antara penulis - penerbit).
Penulis mendapatkan bukunya sebanyak 3 exs.
Dan penulis di perbolehkan mempromosikan bukunya dan kalau penulisnya beli bukunya biasanya mendapatkan potongan 30%.
Terimakasih

Pertanyaan 5,
Assalamu'alaikum Pak Agus,
saya Pak Etik Nurinto dari Kabupaten Pemalang
Apa yang harus dilakukan penulis agar buku yang kita tulis laku dijual..
apalagi disaat pandemi covid19 sekarang ini
Jawab 5
Pak Etik Ytk...
Sebelumnya ada Narasumber dari pak Edi S Mulyanta,  bagaimana menulis buku yang laku di jual...
Pertama yang Bisa bpk Tulis adalah menulislah bidang yg Bpk kuasai...
Kedua Bpk bisa lihat di google trend produk buku apa yang laku... Di situ akan di tunjukkan tren produk buku apa yg laku di jual saat ini...
Memang buku yang laku saat ini masih buku untuk Anak2..  Dan novel untuk remaja.
Terimakasih

Pertanyaan 6
Selamat malam pak, adakah kemungkinan menjalin kolaborasi dengan pesaing dalam penjualan buku? Bagaimana penerapannya? Tks. Yulius Roma-Tana Toraja.
Jawab 6
Kemungkinan menjalin kolaborasi dgn pesaing tentunya ada...
Contoh nya kami kolaborasi dgn Penerbit BPFE UGM..
Adapun syarat dan ketentuan kita harus ada titik temu dari kedua belah pihak.. 
Dalam penerapannya kita  akan lihat dan nilai dari aspek produk nya,  potensi pasar , daya serap produk .


Dan masih banyak lagi pertanyaan  dari para peserta pelatihan yang sangat bersemangat, bahkan diantaranya ada yang bertanya keuntungan yang diperoleh jika buku kita diterbitkan berupa royalty. Semoga setelah selesai pelatihan, masing masing peserta dapat menulis dan membukukan tulisnya sampai dapat diterbitkan. Aamiin

Kamis, 23 April 2020

Jeruk ... Oh..... Jeruk




Kemarin siang, ada tugas menulis dari Om Jay. Di tampilkannya sebuah gambar, aku hanya bisa mendownload gambarnyaa saja, sementara tidak ada satu kalimatpun muncul di pikiranku tentang gambar itu. Buntu, mungkin itu yang sedang kurasakan. Kuperhatikan lagi gambarnya, masih tidak ada lintasan apa yang harus aku tulisan.

Ku lihat di grup wa, beberapa peserta sudah banyak yang memposting hasil tulisannya. ku mencoba membaca beberapa link blog yang tampil, namun tetap tidak ada ide mau menulis apa. Aku hanya bisa menghela nafas. Padahal sebelumnya Narasumber memberikan pengarahan,agar mulailah menulis, tuliskan  saja yang ada dalam lintasan hati. Karena jika menulis menunggu ide, mungkin akan lama terlanjur orang jenuh menunggu apa yang mau kita tulis.

Hari ini, aku hanya mencoba menuliskan apa yang sedang aku pikirkan. Masalah hasilnya, biarkan nanti Om Jay yang menilai. Bukankah tugas kita hanyalah berusaha menuliskan apa yang bisa kita tuliskan. Dan inilah tulisan yang merupakan uneg uneg. Jeruk... Oh ... Jeruk... aku belum mampu menjabarkanmu dalam tulisanku, meskpun sebenarnya banyak yang bisa dituliskan darimu. entah itu tentang manfaatmu, tentang jenis jenismu yang beraneka ragam, tentang rasamu dan bahkan tentang cara membudidayakanmu. Maafkan aku ya jeruk, jika aku belum bisa menarasikan dirimu.   

Rabu, 22 April 2020

MENULIS CEPAT DAN TEPAT DI MEDIA LURING DAN DARING


menulis cepat dan tepat di media luring dan daring
by : Catur Nurochman Oktovian

Berikut ini pemaparan narasumber
Passion saya dalam menulis dimulai sejak 1999. Pertama menerbitkan karya dalam bentuk buku di tahun 2003. Sampai sekarang alhamdulillah terus menulis.
Sesuai materi kita malam ini menulis cepat dan tepat di media luring dan daring. Pertama, kita harus kalahkan dulu dua musuh utama dalam menulis
Apa itu musuh utamanya?
1.       Rasa takut
2.       Rasa  malas
Dua musuh utama yang harus kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media massa luring atau daring
Takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi, dan takut takut lainnya
Ini yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan
Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood”.
Tidak ada alasan tidak menulis, karena tidak ada mood.
Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis.
Bayangkan Anda seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis, dan redaktur majalah.
Jika mereka bekerja mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika.
Isaac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah “simpel dan apa adanya”.
Saya garis bawahi. Menulislah dengan simpel dan apa adanya.
Menulis hal yang aktual dan sesuai dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah tulisan diterbitkan
Seperti dikatakan asimov tadi, seorang penulis yang baik, maka ia dapat menulis dengan cepat.
Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik.
Menulis adalah sebuah kecakapan atau keterampilan.
Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika menulis.
Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis?

Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master
Jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda.
Kalau suka traveling, tuliskan kisah perjalanan Anda.
Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai.
Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda.
Salah satu yang membuat seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu.
Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca.
Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut.
Menulislah seperti berbicara.
Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan.
Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?
Bagi seorang pemula:
Mengapa Anda masih ragu menghasilkan draf tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut.
Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya.
Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya.
Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut.
Tidak usah kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya, dan terus kirim lagi.. Banyak faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh.
Setelah mendapatkan sharing dari saya di atas, mengapa masih ada keraguan menghasilkan draf tulisan?
Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut.
Draf tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draf sama sekali.
Salam. Selamat malam.

Pertanyaan 1
Assalamualaikum pak Catur , Nama saya Rasita dari Kab Mukomuko Bengkulu.
Pertanyaan saya. Apa contoh kata dan kalimat yang kita masukkan dalam cerita sehingga pembaca tidak paham. Terima kasih
Jawab 1
Terima kasih ibu Rasita dari Bengkulu. Pertanyaan yang bagus.
Hindari menulis dengan kalimat yang panjang dan berulang ulang maknanya.
Contoh:
Ruangan yang biasa aku gunakan sebagai tempat tidur, sebuah tempat kos dekat stasiun UI, tiap pagi jam 5 pagi aku terbiasa mendengar deru Kereta Listrik yang membawa penumpang dari Jakarta-Bogor PP, itu biasanya sampai aku berangkat kerja, suara itu sering terdengar, sehingga aku sering hafal beberapa kalimat petugas stasiun.
Kalimat di atas memusingkan

Pertanyaan 2
ass wr wb sampai hari ini saya blm yakin saya bisa menulis
saya bertanya bagaimana agar jsi tulisan itu penting.  apakah kita harus menulis yg ilmiah ilmiah ambillah seperti artikel. maaf terkait gaya selingkung apa yg dimaksud. menurut bapak mana yg lebih mungkin sebagai pemula menulis untuk menjadi buku atau menulis artikel untuk dibukukan
Jawab 2
Pertanyaan pertama ini coba saya jawab. Agar tulisan menjadi penting, maka pesan dan informasi yang dibutuhkan pembaca bisa tersampaikan dengan baik dan jelas. Seperti yang saya sampaikan di atas, mulailah dari hal yang Anda sukai. Kalau Anda suka menulis karya ilmiah, maka tekuni hal ini. Kalau suka menulis artikel populer, features yang ringan, maka kerjakanlah ini.
Gaya Selingkung, maksudnya gaya, batasan, sesuai jati diri, penciri media itu. Sesuai dengan kebijakan redaksi masing masing. Misal, ada media yang membatasi bahwa tulisan yang akan dimuat di medianya minimal 600 kata, hurufnya times new roman, spasi 1.15, dsb.
Memulai menulis artikel yang Anda sukai temanya. Dan yang lebih penting mulailah menulis

Pertanyaan 3
Assalamu'alaikum, Om Catur perkenalkan nama saya Winarti dari Tangerang, saya mau bertanya bagaimana kiat-kiat untuk menghilangkan rasa takut untuk menulis atau berkarya dan bagaimana caranya untuk menumbuhkan rasa percaya diri menulis atau berkarya? Terima kasih Om CAtur.
Jawab 3
 Waalaikumsalam.  Ibu Winarti dari Tangerang. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini. Mengatasi rasa takut menulis adalah dengan menulis. Menulis saja terus menerus. Kalahkan rasa takut bahwa tulisan pertama kita jelek. Lebih baik menghasilkan tulisan yang buruk (dapat diperbaiki) daripada tidak menghasilkan sebuah tulisan (ini tidak dapat diperbaiki)
Menumbuhkan rasa percaya diri menulis adalah dengan terus menulis.

Pertanyaan 4
Slmt mlm pak, bagaimana kiat mengelola konsentrasi yang efektif dalam menulis? Tks. Yulius Roma-Tana Toraja
Jawab 4
 Selamat malam. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini.  Mengelola konsentrasi yang efektif adalah dengan melakukan yang Anda sukai. Lakukan pekerjaan yang Anda cintai. Gairah dan fokus pada sesuatu yang kita sukai, cintai akan lebih tinggi dibandingkan sesuatu yang kita tidak sukai. Maka menulislah dari sesuatu hal kecil yang Anda sukai. Fokus pada sesuatu yang kita senangi, akan menambah motivasi kita lebih baik. Passion

Pertanyaan 5
 Assalamualaikum om catur, saya Andy Muhtadin-Beltim Ke.Babel. Menulis dengan simpel dan apa adanya dengan cepat tiga hal bagi kami pemula ini sebuah hal yg sangat sulit dan rumit, jdi jika itu dilakukan terkadang sangat simpel, sedikit, pendek, dan langsung pada poinnya saja. BAGAIMANA TIPSNYA AGAR SESUAI DENGAN HARAPAN PEMBACA ?.
Jawab 5
Waalaikumsalam pertanyaan yang bagus dari Babel. Menulislah seperti Anda berbicara. Ketika Anda berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika Anda berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami.
Tipsnya.
Menulislah dengan kalimat yang tidak panjang-panjang.
Menulislah seperti berbicara.
Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?


PEMBELAJARAN DARING YANG IDEAL




PEMBELAJARAN DARING YANG IDEAL

Selasa, 21 April 2020. Bertepatan dengan Hari Kartini, kami melanjutkan Pelatihan online yang di motori oleh Om Jay, setiap hari dari pukul 19.00 sampai dengan pukul 21.00 Tema yang disajiakan pada pelatihan malam ini adalah  “Pembelajaran Daring Yang Ideal”. Dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka, maka sangat perlu sekali kita memahami dan mengerti Pembelajaran daring yang bisa kita aplikasikan dalam pembelajaran ke siswa siswa kita selama masa Lockdown saat ini.

Sesuai dengan temanya Pembelajaran Daring, maka pada pertemuan malam ini digunakan aplikasi Zoom, Saya sempat mengikuti pelatihan tersebut dengan aplikasi Zoom namun beberapa menit kemudian mengalami kendala bahwa saya tidak dapat mendengarkan pembicaraan yang disampaikan oleh pembicara. Akhirnya dengan berat hati saya ijin mengundurkan diri dari meeting room. Dan berusaha memahami materi yang disampaikan pembicara melalui Slide PPT yang telah di share sebelumnya.




Yang menjadi Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Wijaya Kusumah M.Pd. Perkembangan zaman yang sedemikian cepat menuntut kita untuk dapat mengimbanginya. Jika selama ini kita mengajar harus didepan kelas, maka saat ini kita dapat mengajar, melakukan pembelajaran di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Om Jay adalah salah satu Pendidik yang memfokuskan diri dengan media Blog dan juga Media Youtube. Di Media Blog, kita dapat menulis apapun, dari mulai tulisan yang sederhana sampai tulisan ilmiah yang super rumit. Jika Blog kita mengajar dalam bentuk tulisan, dengan media Youtube kita dapat mengajarkan lebih komplit lagi, bisa tulisan, bisa kita jelaskan langsung, bisa juga kita contohkan langsung.

“ Jangan menunggu ide datang baru kita menulis, Tapi Menulislah dulu maka ide akan datang padamu” Begitu penuturan Om Jay. Yang memotivasi kita agar selalu menyempatkan diri untuk menulis setiap hari. Saat ini, buku tidak hanya dalam bentuk hardcopy, dicetak namun sudah banyak buku yang berbentuk digital.

Berhubung saya tidak mengikuti pelatihan dengan mulus, akhirnya saya terkendala dalam pembuatan resume, dan saya sampaikan kendala ini, oleh Om Jay diberikan link beberapa teman yang dapat mengikuti pelatihan via Zoom sampai selesai. Diantaranya link Bapak Usman Alamsyah dari Bengkulu. Dan tenyata pak Usman juga terkendala dengan jaringan yang putus nyambung. 

Berkaitan dengan pembelajaran daring yang ideal, ideal atu tidak tergantung dengan situasi dan kondisi dimana kita tinggal. Idealnya dengan menggunakan aplikasi zoom, kita bisa tatap muka meskipuan berada di tempat yang berjauhan, kita juga bisa langsung mengutarakan pertanyaan jika ada hal yang kurang kita pahami. Namun tenyata ada kekurangan seperti yang terjadi pada diri saya, dimana saya tidak dapat mendengar percakapan atau pemaparan materi. Sementara pada Pak Usman, jaringannya putus nyambung.

Jika jaringan bagus, maka model daring dengan aplikasi yang bisa tatap muka itu lebih baik, namun jika jaringan tidak bagus, maka dengan menggunakan aplikasi wa grup juga tidak masalah. Pada pelaksaaannya saya sendiri dengan anak murid, hanya dapat menggunakan aplikasi wa grup. Karena tidak semua anak murid memiliki HP sendiri, dan penggunaan HP dirumah tidak hanya untuk satu anak sajaa. Dalam satu keluarga ada yang memiliki anak sekolah lebih dari satu. Alhamdulillah
meski dengan keterbatasan, sejauh ini pembelajaran dengan anak murid dapat berjalan dengan baik.
















Minggu, 19 April 2020

PERGILAH




PERGILAH

Pergilah
Aku tidak akan mencegahmu
Pegilah engkau, carilah bekal sebanyak banyaknya untuk Akhiratmu
Cukup kelanamu di dunia fana ini
Tak akan kau jumpai keabadian disini

Pergilah
Sudah waktunya kau berikan waktumu untukNYA
Masa mudamu tlah kau lalaikan
Tak ada waktu lagi untuk berkelakar
Masanya untukmu tuk memperbaiki bekal

Pergilah
Jangan sia siakan waktu yang masih tersisa
Jika waktunya nanti tiba, sudah ada sedikit bekalan
Meski mungkin tak cukup tuk sampai tujuan
Masih ada RidhoNYA yang kita harapkan

Bintara, 19 April 2020
dwimulyaalfath

Sabtu, 18 April 2020

OLAHAN BELUT MENGGODA SELERA



Belut adalah salah satu hewan sejenis ikan, yang dapat bertahan hidup meski tidak ada air dalam waktu yang lama, Belut memiliki nilai ekonomis, karena belut dapat diolah menjadi makanan yang menggugah selera. Jika kita lihat penampakan asli belut, sekilas pasti akan merasa geli atau bahkan jijik, karena bentuknya yang seperti ular, licin. Namun jika di olah menjadi makanan perasaan geli dan jijiknya akan hilang. Ditambah lagi jika kita kandungan yang terdapat pada belum. Insya Alloh pasti tertatik untuk menikmatinya

Belut memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, seperti yang terdapat pada daging. selain itu belut juga mengandung kalori sebagai sumber energi tubuh, dan belut juga sebagai sumber zat besi yang cukup tinggi sehingga belut sangat baik untuk dikonsumsi bagi penderita anemia.

Olahan Belut bisa di goreng, dan dibakar.
Olahan Belut yang digoreng juga sangat banyak variasinya. Contonhya:

  1.  Goreng Belut Cabe Merah. Olahan ini sangat mengugah selera makan. Belut yang sudah dibersihan, lalu dipotong menjadi beberapa bagian kemudian di marinasi dengan bumbu sebelum akbhirnya di goreng. setelah di goreng kemudian di bumbui lagi dengan cabe merah plus bahan pelengkap lainnya. 
  2. Goreng Belut Cabe Hijau. Hampir sama dengan goreng belum cabe merah, hanya saja cabe yang digunakan adalah cabe hijau. 
  3. Keripik Belut, nah olahan yang seperti ini jika hasil belut melimpah . Agar olahan belut tersebut tahan lama, maka belut diolah menjadi makanan ringan keripik belut. bahkan dibeberapa daerah menjadi buah tangan khas daerah tersebut. 
Olahan Belut yang dibakar diantaranya : 
  1. Belut bakar pedas, Jika biasanya belut di goreng, kalau yang ini diolahnya dengan dibakar, setelah matang lalu ditumis dengan bumbu seperti cabe merah, bawang merah, bawang putih yang sudah dihaluskan. 
  2. Sambel belut. Sambel belut ini salah satu olahan belut favorit saya. Yang merupakan olahan belut khas Lombok. Yang saya tahu, untuk mengolah belut menjadi sambel belut, pertama tama adalah, belut dicuci bersih lalu di bakar diatas arang. setelah matang kering. belut belut tersebut di cacah kecil kecil. Kemudian siapkan bumbu bumbunya, yang biasa dihaluskan adalah Cabe merah atau rawit jika ingin rasa pedas, bawang merah dan bawang putih. selain itu bawang goreng. Tumis bumbu halus, setelah harum masukkan cacahan belutnya jika sudah matang, matikan kompor diamkan hingga hangat baru campurkan bawang gorengnya. Aduk rata. Ehmmmmmmm, nikmatnya jika dimakan dengan nasi putih panas. 




Masing - Masing


Pada akhirnya, nanti kita semua akan dibangkitkan sendiri. Tidak ada teman yang akan menemani. Dan pada akhirnya kita sendiri yang akan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatan yang telah kita lakukan selama kita di dunia.

Sebagai seorang muslim yang notabene adalah muslim turunan, yang aku tahu bahwa orangtuaku adalah seorang muslim beragama islam, maka akupun sebagai anaknya otomatis akan ikut beragama islam. Namun aku tidak tahu apa itu Islam. Yang aku tahu bahwa itu hanyalah sekedar agama.

seperti anak anak yang lain, pada saat SD aku juga ikut ikutan dengan yang lain untuk mengaji. kebetulan kedua abangku suka mengaji di musholla, maka aku ikut dengan kedua abangku untuk mengaji, tapi jangan tanya apakah aku serius mengajinya atau tidak. Karena setelah selesai menyetor bacaan " alif fata a, alif  kasro i , alif doma u ...... a    i   u " maka aku akan berlari larian berkejar kejaran dengan teman lain. Bosan mengaji di Musholla, ikutan temanku yang lain mengaji di tempat lain, kita datang kerumah guru ngajinya. Teman temanku semua lancar membacanya, sementara aku karena tidak serius, akan sangat kesulitan jika aku harus membaca huruf arab dengan di sambung.

Hal tersebut berlanjut sampai aku SMP, Pelajaran agama adalah salah satu pelajaran yang kurang aku kusukai. Jangan tanya kenapa ? Ya itu tadi, membaca huruf arab saja saya gak bisa, bagaimana kalau pas ada pelajaran membaca Al-Quran ke depan kelas, bisa jatuh pingsan diriku karena membaca Bismillahir Rahmanir Rahim saja  bisa satu jam sendiri. Sampai suatu ketika, guru agamaku menganjurkan agar aku belajar ngaji, di tempat pengajian gak jauh dari sekolah sepulang sekolah. Tapi bukan  aku namanya kalau bisa bertahan lama belajar, hanya sekitar 3 x pertemuan aku tidak datang datang lagi.

Kelas 3 SMP,  membaca Al - quran adalah salah satu ujian praktek yang harus aku lakukan. Sudah pusing rasanya diriku, bagaimana caranya agar aku bisa menghindar dari ujian ini. Hari itu aku duduk di bangku paling belakang, bersebelahan dengan teman lelakiku si Bagus. Satu persatu nama dipanggil sesuai absen, kebetulan namaku abjadnya paling belakang, jadi aku santai, karena pasti nanti belakangan sambil tetep nyoba belajar ngafalin yang mau di ujiankan. Namun ketika namaku di panggil, buyar semua yang sduah aku hafalkan, keringat dingin keluar. ketika namaku dipanggil untuk yang ke dua kali, kubisikan keteman sebelahku : "Gus, bilang ya gw kagak masuk " Dan takjubnya aku, itu temanku teriak dan bilang " Yani gak masuk Pak !" Selesai sudah.


Bersambung


Langkah langkah menjadi Guru berprestasi ala ENCON RAHMAN


Langkah langkah untuk menjadi Guru berprestasi ala ENCON RAHMAN
Bapak Encon Rahman adalah salah satu guru berprestasi yang  penerima Maha Chakri Award dari pemerintah Thailand.
Berikut ini adalah pengalaman beliau sehingga bisa mendapatkan kesempatan menerima anugrah dari Maha Chakri Award.
Lomba guru berprestasi bukan hanya ada di Indonesia tetapi lomba ini juga diterapkan di negara-negara lain termasuk di Asia tenggara. Itulah sebabnya pemerintah setiap tahun selalu mengadakan lomba gupres. Lomba gupres termasuk ajang berprestasi dan bergengsi bagi seorang guru. Kenapa dikatakan demikian karena penilaian gupres lebih komprehensif dan menyeluruh dari berbagai faktor. Sebagaimana kita ketahui di dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 jabatan guru itu adalah profesi. Seorang guru harus memiliki jabatan profesional di mana jabatan ini mencakup 7 M.
Adapun yang dimaksud dengan 7 M adalah
  • Mendidik
  • Membimbing
  • Mengarahkan kan
  • Melatih
  • Menilai
  • Mengajar
  • Mengevaluasi

Apabila seorang guru tidak memiliki ranah 7M ini maka akan menjadi pertanyaan besar karena guru adalah seorang profesional
Pada sisi lain pemerintah selalu mengadakan lomba gupres baik dari tingkat jenjang satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA diantaranya memiliki tujuan.
  1. Mengangkat guru sebagai profesi terhormat mulia bermartabat dan terlindung
  2. Meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya
  3. Meningkatkan persaingan yang sehat selalu pemberian penghargaan di bidang pendidikan
  4. Membangun  komitmen mutu guru dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran menuju standar nasional pendidikan.

Dengan mengacu kepada  tujuan pemilihan gupres di atas maka kegiatan ini rutinitas diselenggarakan setiap tahunnya
Alhamdulillah dengan izin Allah beliau dapat menjadi gupres tingkat nasional juara 1 tahun 2016 dan  terpilih mewakili bangsa Indonesia untuk tampil di ajang internasional sebagai  guru terbaik Indonesia pada tahun 2017 dari negara Thailand, yakni penghargaan princess maha chakri awards (PMCA).
Untuk menjadi gupres tidak mudah dan juga  tidak mustahil
Kenapa dikatakan demikian?
Sebagaimana sampaikan di awal pembicaraan menjadi gupres merupakan ajang prestasi dan prestise tertinggi bagi karir seorang guru
Jika dalam lomba lomba sejenis yang diadakan oleh  Kemendikbud seperti inobel lkg ogn dan sejenisnya itu baru bagian terkecil dari komponen gupres
Apa saja yang  kang Encon Rahman persiapannya agar menjadi juara 1 gupres tingkat nasional?
Nah Pada kesempatan ini saya akan membongkar rahasianya  kenapa saya menjadi juara gupres dan menjadi guru inter nasional mewakili Indonesia tahun 2017

Ini adalah video penghargaan dari PMCA ketika beliau menjadi penerima guru internasional di Thailand
Adapun rahasia sukses menjadi gupres hanya dua saja
  • Satu memiliki amalan batiniah
  • Kedua memiliki amalan lahiriyah





Jumat, 17 April 2020

SAHABAT 2



SAHABAT 2
Dwimulyaalfath, Jakarta 18 April 2020

Sekolah masih sepi, aku sepertinya terlalu pagi datang ke sekolah. Ku buka pintu ruang guru, dengan tak lupa ku ucapkan salam “ Assalamualaikum” Sapaku. Sudah menjadi kebiasaanku, meski belum ada yang yang datang, aku tetap mengucap salam. Karena kupikir, selain kita manusia, kan masih ada mahkluk yang tak kasat mata, jadi alangkah baiknya kita tetap mengucapkan salam. Ku nyalakan kipas yang terletak di ujung ruangan, paling tidak agar ada pertukaran udara. Ku letakkkan tasku di meja guru. Kami tidak memiliki meja pribadi, jadi diruang guru ini ada meja besar yang diletakkan di tengah ruangan dan disekitarnya terdapat beberapa kursi untuk kami para guru. Maklumlah, sekolah kami bukan sekolah favorit, sarana yang ada sangat terbatas begitu juga dengan keadaan ruang guru kami ini. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 06.30 tidak lama lagi pasti para guru dan siswa mulai berdatangan, karena pembelajaran akan dimulai pada pukul 07.00

Aku sedang asyik menjelaskan ke siswa tentang himpunan, kuminta anak anak menyebutkan benda benda yang ada disekitar mereka, setelah itu dilanjutkan dengan mengelompokkan masing masing benda tersebut sesuai dengan fungsi atau bentuknya. Sedang asyiknya, tiba tiba dari luar kelas datang guru piket. Tak lupa mengucapkan salam “ Assalamualaikum, Bu Yani, maaf mengganggu “ ujarnya. Ku hampiri bu Titi didepan kelas. “ Ada apa ya bu ? “ tanyaku. “ Maaf mengganggu, Bu Yani tahu kabarnya bu Fifi gak, kok gak hadir ya ? Kan Bu Yani dekat tuh sama beliau” Ujarnya. Aku baru nggeh, oiya dari pagi tadi tak kulihat sahabatku ini. Biasanya dia memang agak sedikit telat, tapi gak biasanya dia gak hadir. Yang aku tahu, sahabatku ini agak telat, karena harus mengurus kedua adiknya terlebih dahulu, jika urusan kedua adiknya sudah selesai baru ia akan berangkat mengajar, kulihat jam tanganku, jarum jam sudah menunjukan pukul 08.30 kenapa belum datang juga ya. Aduh, aku jadi kuatir. “ Loh, kok Bu Yani malah melamun!” tegur bu Titi. “ Eh….. Maaf bu, saya gak tahu. Nanti saya coba kerumahnya setelah pulang sekolah “ kataku dengan agak gugup.

Ku Ucapkan salam, sambil memalingkan wajahku kearah kanan, dilanjutkan kearah kiri, ku sapu wajahku dengan kedua telapak tanganku, kemudian ku tengadahkan kedua talapak tanganku, kubisikan kepada Zat Yang Maha Tinggi, “ Rabbi….. Ampuni kami hambaMU yang banyak khilaf ini, tak lupa kusematkan sebaris doa untuk sahabatku, semoga Alloh SWT memudahkan segala urusan urusannya, tak lupa kubisikan bahwa aku mencintainya Karena Alloh SWT “ . Kulanjutkan dengan merapikan buku buku yang tadi aku gunakan untuk mengajar,  Siang ini, setelah selesai mengajar, aku akan menemui sahabatku. Tak sabar rasanya, ingin ku tahu keadaannya

AYO MENJADI GURU MENULIS DAN BERPRESTASI



GURU MENULIS DAN BERPRESTASI

Seperti biasa, jam 18.30 Om Jay menyetting grup untuk persiapan pelatihan, karena pelatihan akan dimulai pukul 19.00. sebelum memulai, Om Jay men – share profil narasumber untuk pertemuan kali ini, yaitu Bapak
Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd

Melihat dan membaca profilnya, saya langsung takjub. Masya Alloh, banyak sekali prestasi yang telah didapat oleh beliau.
Berikut ini profil beliau

Lahir di Sleman, 20 Nopember 1976 dari pasangan Bapak Giyono SW dan Ibu Waginem. Masa kecil tinggal di Ngawen, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Pendidikan dimulai di TK Ngawen Trihanggo tahun 1981-1983. Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri Jambon II, Trihanggo, Sleman pada tahun 1983-1989. Kemudian melanjutkan di bangku SMP Negeri 5 Yogyakarta pada tahun 1989-1992. Pendidikan menengah ditempuh di SMU Negeri 1 Sleman jurusan IPA pada tahun 1992-1995. Pendidikan S1 di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 1995 – 2002 pada Fakultas FMIPA jurusan Pendidikan Fisika. Melanjutkan S2 di Program Pascasarjana UNY jurusan Teknologi Pembelajaran dari tahun 2003-2006.
Pada tahun 2006 menikah dengan Dwi Riastuti, M.Pd dan kini sudah dikaruniai dua orang anak yaitu :
Muhammad Yunus Baskara
Galuh Ray Rannaa
Aktifitas keseharian sebagai pengajar di SMP Negeri 1 Wonosari Kabupaten Gunungkidul, mengampu mata pelajaran IPA.

Aktifitas lainnya yang telah dan sedang dilakukan adalah :

1. Sekretaris Komunitas Rumah Belajar Kemdiknas 2012 – sekarang
2. Sekretaris MGMP TIK Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006-2009
3. Ketua II MGMP TIK Kabupaten Gunungkidul 2009 – 2012
4. Anggota Litbang MGMP IPA Kabupaten Gunungkidul 2012-2015
5. Ketua II MGMP IPA Kabupaten Gunungkidul 2015-2017
6. Ketua MGMP SMP Kabupaten  Gunungkidul 2017 – sekarang
6. TIM Pengembang TIK Kabupaten Gunungkidul 2009- sekarang
7. TIM Pengembang TIK Propinsi DIY 2009 – sekarang
8. Trainer Pelatihan Blog, Pelatihan Multimedia Pembelajaran di BTKP Propinsi DIY
9. Trainer ICT di MGMP IPA dan TIK Kabupaten Gunungkidul

Prestasi lomba yang telah diraih :

1. Finalis National Inovatif Teacher Comptetition tingkat Nasional tahun 2009
2. Finalis Inovasi Pembelajaran SMP Tingkat Nasional tahun 2009
3. Juara 3 Website SMP Tingkat Propinsi DIY 2010
4. Juara 1 Website SMP tingkat Propinsi DIY 2011
5. Finalis Lomba Media Pembelajaran KI Hajar Award tingkat Nasional Tahun 2012
6. Juara 1 FIG guru SMP Tingkat Propinsi DIY Tahun 2013
7. Finalis FIG guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2013
8. Juara 2 Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2013
9. Finalis Lomba Mobile Edukasi tingkat Nasional tahun 2014
10. Finalis Lomba Mobile Edukasi tingkat Nasional tahun 2015
11. Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2015
12. Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Propinsi DIY Tahun 2015
13. Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015
14. Penerima Anugrah Gubernur DIY tahun 2015 atas prastasi sebagai Juara 1 Gupres TK Nasional.
15. Penerima SatyaLencara Bidang Pendidikan dari Presiden RI tahun 2016 atas prestasi sebagai juara 1 guru berprestasi Tingkat Nasional tahun 2015.
16. Sebagai Salah Satu Peserta Terbaik Literasi Tingkat Nasional 2017.
17. Duta Rumah Belajar Tk Nasional Th 2018 dan Duta Rumah Belajar Terinovatif Th 2018.
18. Penerima Anugrah Gubenur DIY tahun 2018 atas prestasi sebagai Duta Rumah Belajar Terinovatif Thn 2018.
Address:
Jeruksari Rt 01/ RW 20, Wonosari, Wonosari, Gunungkidul, DIY, Indonesia 55812
Email :   ciget_suryo@yahoo.com
               sigit.suryono@gmail.com

berikut ini pemaparan oleh Narasumber tentang
 GURU MENULIS DAN BERPRESTASI
Assalamua'aikum Wr.Wb. Alhamdulillah pada hari ini saya diberi kesempatan untuk sharing pengalaman kepada teman-teman semuanya di group Pelatihan Menulis yang luar biasa ini.
Teman-teman DIM WA Group 7 yang luar biasa. Perkenalkan saya Sigit Suryono, saya guru SMP Negeri 1 Wonosari Gunungkidul suatu kebahagiaan bisa berjumpa dengan guru-guru hebat, penulis-penulis hebat yang sebagian sudah saya kenal lewat dunia maya.
Saya akan berbagai pengalaman dengan teman-teman berkaitan dengan keberhasilan saya dalam menjadi juara 1 guru berprestasi smp tingkat nasional tahun 2015 maupun sebagai duta rumah belajar tahun 2018. dan prestasi yang lain yang semoga bisa menjadi profokator bagi teman-teman di group ini untuk bisa mencapai hal tersebut.
Sesuai dengan judul yang disampaikan oleh omjay untuk saya yaitu "Guru menulis dan Berprestasi" saya sebenarnya malu dengan teman-teman di group ini yang sebagian besar sudah menulis dan diterbitkan dalam bentuk buku ber isbn.... saya baru satu kali membuat buku itupun harus saya buat sama istri selama 9 tahun baru bisa jadi 1 buku kumpulan cerpen.... yang dengan judul "aku ingin menghitung rembulan" pada tahun 2017 berhasil menjadi salah satu desiminator terbaik literasi smp tingkat nasional. "betapa sulitnya saya membuat karya"
sisi lain saya sering membuat coretan artikel, berita dan juga tutorial yang lumayan banyak yang saya upload di web saya yaitu di ciget.info maupun di inobel.id
bisa dikatakan saya satu madzab dengan omjay guru yang senang menulis di blog.
Hal pertama yang ingin saya sharingkan pada teman-teman di Group WA ini adalah tentang bagaimana saya bisa meraih juara 1 Guru berprestasi tingkat Nasional pada Tahun 2015.
Untuk mencapai kejuaran tersebut saya sebenarnya mulai menyiapkan diri sejak awal saya bekerja di SMP Negeri 1 Wonosari. Tepatnya pada saat itu saya masih CPNS diminta untuk mengikuti kegiatan seleksi simposium tingkat Propinsi  DIY tahun 2006. Saya melihat ada peluang yang saya rekam dari senior-senior saya saat pelaksanaan simposium tersebut yaitu banyak dari peserta simposium yang ahli dalam penelitian namun belum banyak yang menguasai TIK, sedangkan teman-teman yang menguasai TIK banyak yang tidak mau melakukan penelitian bahkan malas menulis laporan. I
Simposium pada waktu itu diikuti oleh semua ketua MGMP SMP maupun pengurus hampir semua bidang study yang ada di propinsi DIY dan setiap Kabupaten wajib untuk mengirimkan peserta dalam kegiatan tersebut. Itu sebagai sebuah tantangan dan peluang bagi saya untuk mempromosikan diri kepada para senior, hal tersebut dikarenakan saya pada tahun 2006 sudah menyelesaikan S2 untuk jurusan Teknologi Pembelajaran (walaupun harus kuliah 11 tahun karena S1 hampir DO 7 tahun ditambah langsung S2 3,3 tahun itulah senjata yang handal bagi saya)
Jadi untuk keberhasilan awal yang saya rasakan adalah: 1. Pendidikan amat penting bagi kita saat akan terjun ke dunia kerja ( saya sudah diberi senjata yang tajam oleh orang tua), 2. Pemilihan jurusan S2 yang tidak linier bagi saya pada saat itu karena pingin punya keahlian yang belum banyak dimiliki oleh teman-teman di dunia pendidikan pada saat itu.
Dari simposium tersebut saya mulai diminta untuk mengajar Powerpoint, flash, blog, dan lain-lain dari sekolah-sekolah  di wilayah kabapaten gunungkidul, lintas mgmp, dan juga diminta untuk menjadi trainer kegiatan di tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.
Kemudian ajang lomba mulai saya jajaki, kegagalan setiap mengirimkan karya, dan proposal berkali-kali. Namun pantang menyerah terus mencari informasi lomba lewat web maupun blog tentang info lomba. jangan tunggu informasi dari dinas karena pasti akan terlambat... kegagalan-kegagalan yang ada di depan mata saat lomba, bahkan karya terbaik yang saya buatpun masih kalah.... dalam lomba padalah pada saat itu karya yang saya buat lebih baik dari karya peserta lomba lain? "Inilah masalah baru bagi pemain lomba"
Oleh karena itu saya riset kenapa selalu kalah... saya renungkan akhirnya mulai tahun 2009 saya sudah mulai mencicipi hasil kejuaran dari tingkat kabupaten, regional, maupun propinsi, namun di tingkat nasional saya selalu kalah dalam 6 kali berhasil menjadi finasil lomba tingkat nasional apa sih yang menyebabkannya"??????????"
Saat kita benar-benar ingin mengikuti lomba tingkat nasional maka kita harus melakukan:
1.       Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya karya yang akan kita ikut lombkan (kecuali masih tahap awal karena hanya ingin mencoba berhasil/tidak ya gagal/tidak),
2.       Karya yang kita ikutkan dalam lomba bukan karya yang instan artinya karya yang kita buat tidak maksimal karena hanya membuat karya saat akan ada lomba, namun siapkanlah karya yang dibuat itu jauh hari bahkan mungkin 1 tahun pengerjaan yang di dalamnya ada jiwa dan ruh kita, semangat kita.
3.       Jika kita lolos ke nasional perlu di lihat kembali apasih yang akan dinilai saat kita mengikuti lomba tersebut, apakah karyanya ataukah presentasinya (hal ini sangat penting saat kita mengikuti suatu lomba),
4.       Siapkan diri, pribadi, mental dan juga fokus pada lomba,
5.       Saat presentasi lomba fokus pada materi yang akan kita sampaikan, jangan sampai keluar dan menyimpang dari presentasi yang kita siapkan karena akan banyak memakan waktu.
Kegagalan-kegagalan di awal saya ikut lomba di tingkat nasional karena pada saat pemaparan saya dulu sering melakukan presentasi yang keluar jalur bukan pada pokok media atau penelitian yang saya buat misalnya( siapa saya, prestasi apa yang saya miliki, membanggakan organisasi, sekolah, maupun yang lainnya sehingga keluar jalur dari presentasi yang seharusnya saya harus fokus pada media yang saya presentasikan) itu penting sekali karena saya pernah gagal di ajang inobel tahun 2009 saat itu saya kehabisan waktu karena hanya menceritakan siapa saya, dan lain-lain yang akhirnya harusnya dari teman-teman peserta pada saat itu menilai saya bisa masuk 3 besar ternyata tidak masuk ...... pengalaman pahit...
Teman-teman yang luar biasa di group ini ada yang juara inobel, ada yang juara lkg, ada yang juara bidang lain tentu juga merasakan apa yang pernah saya rasakan... lomba itu pasti hasilnya gagal atau juara. kalau gagal maka kita harus melakukan evaluasi. kalau menang jangan jumawa karena suatu saat bisa juga kita akan kalah ketika tidak bisa kontrol diri "AKU-nya muncul" sehingga saat presentasi di lomba lain bisa kalah dengan orang lain. Maka saran saya pada teman-teman di group ini dan tentu buat saya sendiri mari kita terus belajar-belajar-dan belajar, belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja" (seperti slogan Rumah Belajar) ya.
Hal yang saya tuliskan diatas adalah pengalaman saya saat mengikuti lomba-lomba yang selalu gagal .... kemudian bagaimana saya bisa jadi juara guru berprestasi tingkat nasional tahun 2015, apa yang saya lakukan dan  apa yang saya persiapkan....




Gambar Penyerahan hadiah sebagai Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Nasional SMP Tahun 2015 oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional Bapak Anies Baswedan.
Cari Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi pada tahun penyelenggaraan dilaksanakan jika belum keluar pedomannya dapat menggunakan pedoman pada tahun sebelumnya.
Cermati isi dari pedoman tersebut berkaitan dengan proses penilaian dari tingkat Kabupaten, Tingkat propinsi, dan tingkat Nasional.

  1. Buat portofolio 8 tahun terakhir sesuai dengan ketentuan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi.[ kumpulkan semua karya bapak ibu guru yang sudah dibuat selama 8 tahun terakhir, untuk bukti fisik berupa Surat tugas, piagam, dll, diligalisir oleh atasan langsung] untuk tahun 2015 syarat portofolio kita adalah 8 tahun. itu hal yang menantang bagi peserta gupres maka penting untuk mengarsipkan semua kegiatan yang pernah kita lakukan dari tahun ke tahun ( alhamdulillah karena pengalaman tahun 2006 tersebut saya masih memiliki semua arsip yang dibutuhkan untuk mengikuti gupres, seperti undangan, catatan singkat/ laporan singkat setiap kegiatan yang saya ikuti, foto, video dan dokumentasi, piagam dan sertifikat yang lain selama 8 tahun tersebut hampir semuanya lengkap sehingga memudahkan untuk menyusun portofolio tersebut)
  2. Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai dengan kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang bapak/ ibu guru miliki dan selalu memperhatikan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional.[ karya bisa berupa PTK, best practice, maupun penelitian yang lainnya seperti penelitian eksperimen, penelitian R&D, dll] jangan lupa buat presentasinya menggunakan Ms Powerpoint atau yang lainnya.
  3. Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata penulisan sesuai dengan ketentuan pedoman guru berprestasi. [ jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat]
  4. Persiapkan video pembelajaran untuk satu tatap muka yang mencerminkan proses pembelajaran yang benar sesuai dengan rpp yang kita buat. [ syarat yang maju ke tingkat nasional]
setelah itu semua siap maka hal yang kita lakukan adalah melalui tahapan-tahapan seleksi guru berprestasi dari tingkat kabupaten sampai nasional yaitu:

Kegiatan penilaian di masing-masing jenjang seperti yang sudah saya ikuti pada tahun 2015 meliputi:

  • Lomba Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Gunungkidul:

  1. Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional
  2. Test Wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Prefesional, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Kepribadian.
  3. Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.

  • Lomba Guru Berprestasi Tingkat Propinsi DIY

  1. Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
  2. Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
  3. Psikotest
  4. Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.


  • Lomba Guru Berprestasi Tingkat Nasional

  1. Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
  2. Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
  3. Psikotest
  4. Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.

oh iya teman-teman jika ingin melihat komponen portofolio yang saya gunakan untuk lomba gupres tahun 2015 dapat dilihat di web saya : Contoh Portofolio Gupres




Pertanyaan 1,
Ass. Pak Sigit. Apa yg dirasakan bapak pada saat gagal dlm lomba juga saya sudah alami. Akan tetapi apabila motivasi dalam  diri kita selalu dipacu maka kita akan mendapatkan namanya juara. Kuncinya adalah belajar, belajar dan belajar terus. Apa saja yg dinilai pada saat presentasi karya kita pak? #Muhammad Said Makassar.
Jawaban 1
ok makasih mas Muhammad Said Makasar atas pertanyaannya: apa saja yang dinilai pada saat presentasi karya. yang paling utama yang dinilai saat presentasi adalah penguasaan pada karya kita itu sendiri adalah nilai yang utama, kebanyakan kita gagal saat presentasi karena kita kurang menguasari karya kita secara detail baik dalam file presentasinya maupuan laporan yang kita buat. (hal ini bisa terjadi dikarenakan kita merasa bahwa kita sudah menguasai karya yang kita buat sendiri tanpa di baca ulang, tanpa dipahami ulang) maka saat akan presentasi jauh hari saya sudah membaca berulang-ulang dan juga mencoba mempresentasikan secara tepat dan durasi waktu yang kita butuhkan kita mempraktekkan juga presentasi yang akan kita lakukan secara berulang ulang untuk menghindari noise "gangguan" baik dari diri sendiri misal nerves dan kurang siap, mapun dari alat yang kita gunakan untuk presentasi seperti file error, laptop bermasalah, listrik mati dll"), 2. Perlu memperhatikan pertanyaan yang di ajukan oleh juri kita jawab dengan baik jika kita sudah siap.

Pertanyaan 2:
Tadi disampaikan bahwa untuk ikut lomba persiapan harus 1 tahun lebih supaya ruh kita ada. Bagaimana menyiasati jika persiapan yang kita lakukan ternyata tidak sesuai dengan tema lomba. Terima kasih. Bu Iin Kediri
Jawaban 2:
Untuk pertanyaan ke 2 dari Ibu IIn Kediri bagaimana menyiasati jika persiatan yang dilaukan ternyata tidak sesuai dengan tema lomba: pasti akan muncul nerves dan mental down. Kalau judul yang kita buat lolos masuk ke tahap selanjutnya untuk dipresentasikan di ajang lomba walupun temanya salah. Hal ini pernah saya lihat (yang mengalami teman dari daerah sumatra saya lupa nama beliau) saat lomba Forum Ilmiah Guru Tingkat Nasional tahun 2013. Beliau salah tema, salah penelitian namun tetap bisa lolos ke nasional) yang beliau lakukan adalah tetap menyampaikan materi presentasi dengan mantap, fokus dan saat ditanya oleh juri temanya kok tidak sesuai dengan tema lomba, beliau menjawab dengan tenang, dan fokus walaupun tidak juara), namun intinya kita menguasai betul karya yang kita buat dan kita kerjakan dan berusaha secara maksimal mempresentasikan pada ajang lomba tersebut.

Pertanyaan 3,
Assalmualikum wr wb
Motivasi diri Bapk sangat kuat, bgmn dan apa resepnya
Bu Iez Lumajng
Jawab 3 
 "resep dari ibu saya " Menang cacak kalah cacak" dan juga dorongan dan motivasi yang kuat dari istri yang siap mereviuw karya saya kebetulan istri satu jurusan di Teknologi pembelajaran. kami bersinergi dengan baik.

Pertanyaan 4,
 Untuk gupres ini berdasarkan ajuan pribadi atau sudah ditunjuk oleh dinas pendidikan?
Jawab 4
untuk gupres saya mengikuti seleksi 2 kali tahun 2013 baru juara 2 tingkat kabupaten, kemudian mengikuti kembali tahun 2015 yang  diajukan oleh kepala sekolah untuk mengikuti seleksi tingkat kabupaten karena pada tahun tersebut tidak ada guru di sekolah saya yang mau (sebelumnya digilir pertahun sudah ditunjuk oleh KS 2 tahun sebelum lomba gupres), sehingga KS saya meminta saya untuk maju di tahun 2015 dan alhamdullillah saya lebih siap dan lebih komplit dari tahun 2013 sehingga bisa jadi juara 1 di kabupaten sampai juaran 1 nasional. Lawan di kabupaten th 2015 saya 22 orang guru, di propinsi 5 guru (di DIY hanya 5 Kabupaten) di Nasional th 2015 ada 33 propinsi.

Pertanyaan 5
Slmt malam pak, di luar konteks ini, siapakah orang-orang paling berpengaruh di balik prestasi bapak? Tks. Yulius Roma_Toraja, Makasih bapak atas petanyaannya: 
Jawab 5 
orang yang berpengaruh pada keberhasilan saya : 1. Bapak-ibu saya yang sudah mempercayai untuk belajar terus walaupun hampir gagal (DO), 2. Istri saya yang terus memotivasi dan mereview penelitan dan karya saya, 3. Keluarga besar sekolah saya dari KS, Guru dan siswa yang membebaskan saya untuk selalu bereksprerimen dan berinovasi, dan dinas Dikpora baik propinsi maupun  kabupaten yang memberi kesempatan kepada saya untuk berbagi ilmu.

Pertanyaan 6
 Mohon maaf Untuk ikut lomba harus menyiapkan portofolio 8 th . Secara otomatis bapak memang sdh menyiapkn  waktu sangat panjang. Apa yg membuat anda memilih mengikuti lomba dg hrs siapkn berkas selama 8 tahun. Siti Fatimah.
Jawab 6
 terima kasih ibu siti fatimah: Gupres sebenarnya bukan pilihan bu... namun itu semua merupakan rekam jejak saya selama mengajar, berinovasi, dan juga melakukan penelitian. Hal itu karena dorongan bapak ibu saya agar selalu disiplin untuk naik pangkat setiap 2 tahun sekali dan saya pernah membantu ibu saya saat saya masih kuliah pemberkasan ke IV b ibu, sehingga saya mengikuti jejak beliau untuk menyimpan hampir semua arsip yang penting dan ternyata dapat dimanfaatkan di kemudian hari tepatnya tahun 2013 dan 2015 bisa saya gunakan.

Pertanyaan 7
Assalaamu'alaikum pak, saya mau tanya tentang karya tulis ilmiah misalnya PTK... ketika saya ingin membuat PTK tentang metode pembelajaran dan diterapkan ke siswa saya hasilnya selalu sesuai yang saya harapkan sehingga saya merasa gagal.Akibatnya tdk mungkin dibuat laporan PTK. saya lihat kebanyakan teman-teman jg data nilai siswa tdk ada yg asli. mohon bantuan sarannya pak, apa yang harus saya lakukan untuk bisa mendapatkan data asli seperti harapan saya? Sri Indyani
Jawab 7
Terimakasih pertanyaannya bu: untuk PTK seharusnya yang benar adalah yang ibu lakukan sesuai dengan apa adanya bukan dibuat-buat nilanya. sehingga ibu buat aja laporannya sehingga bisa digunakan untuk dupak dan pengembangan diri.

Pertanyaan 8
Saya ari rumbini dari purbalingga  ingin bertanya apakah untuk  mengikuti  seleksi gupres ( memiliki buku dan karya sastra lain ) dibutuhkan dalam seleksi  ?
Jawab 8
Tidak bu buku dan karya sastra hanya sebagian kecil dari Karya ilmiah maupun publikasi ilmiah. Pada saat saya mengikuti seleksi gupres tahun 2015 saya tidak mempunyai buku maupun karya sastra namun saya menggunakan berbagai artikel yang saya tulis di blog saya di ciget.info, sedangkan untuk hal yang menonjol yang memang kekuatan paling besar saya adalah di bidang TIK dan karya saya yang paling banyak adalah media pembelajaran : http://ciget.info/wp-content/uploads/2016/04/3.pdf

Pertanyaan 9
Assalaamu 'alaikum ww. Terima kasih materi malam ini yang sangat bagus. Alhmdulillaah, berkah dari membuat buku ,saya kemarin( 2019) juga juara 1Gupres Tingkat Kabupaten. Namun di Propinsi belum berhasil, karena termasuk persiapan  belum maksimal. Yang saya tanyakan      bagaimana cara membuat power point yang baik? Berhubungan dengan materi nggih pak? Apakah power point satu halaman/ lembar? Etik Wahyuni Purbalingga
Jawab 9 
Mantap bu... di purbalingga saya kenal teman lama Pak Wahyudi guru "Matematika" jika ibu kenal salam buat beliau. Oh iya untuk membuat power point harus kita siasati dengan melihat waktu presentasi sehingga biasanya 10 menit, maka untuk mensiasasi penting untuk belajar infografis sehingga informasi yang kita buat bisa menampilkan hampir semua karya kita dengan sedikit slide. biasanya yang dibuat slide hanya di bab 1, bab III, IV, dan V

Pertanyaan 10
Selamat malam..pak, bapak pernah menulis 9 tahun baru selesai..kenapa bisa begitu ? Tolong bagi kisahnya.. Andy Muhtadin
Jawab 10
Terima kasih pak karya yang saya buat bersama istri ini berupa cerpen hanya 10 judul, namun cerpen ini mengisahkan perjalan anak saya yang pertama Muhammad Yunus Baskara, dari kecil sampai besar setiap ada pertanyaan yang menggelitik dan susah untuk dijawab oleh saya maupun istri akhirnya jadi cerpen dan itupun butuh waktu yang lama dari bayi sampai dia berumur 10 tahun. sehingga karya tersebut benar-benar saya jiwai dan saat presensi pada saat desiminasi tingkat nasional bisa menjadi salah satu yang terbaik. karena penjiwaan dan  penguasaan karya.