GURU MENULIS DAN BERPRESTASI
Seperti biasa, jam 18.30 Om Jay menyetting grup untuk persiapan
pelatihan, karena pelatihan akan dimulai pukul 19.00. sebelum memulai, Om Jay
men – share profil narasumber untuk pertemuan kali ini, yaitu Bapak
Sigit
Suryono, S.Pd, M.Pd
Melihat dan membaca profilnya, saya langsung takjub. Masya Alloh,
banyak sekali prestasi yang telah didapat oleh beliau.
Berikut ini profil beliau
Lahir di Sleman, 20 Nopember 1976 dari pasangan Bapak Giyono SW dan Ibu
Waginem. Masa kecil tinggal di Ngawen, Trihanggo,
Gamping, Sleman, Yogyakarta. Pendidikan dimulai di TK Ngawen Trihanggo tahun
1981-1983. Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri Jambon II, Trihanggo, Sleman
pada tahun 1983-1989. Kemudian melanjutkan di bangku SMP Negeri 5 Yogyakarta
pada tahun 1989-1992. Pendidikan menengah ditempuh di SMU Negeri 1 Sleman
jurusan IPA pada tahun 1992-1995. Pendidikan S1 di Universitas Negeri
Yogyakarta pada tahun 1995 – 2002 pada Fakultas FMIPA jurusan Pendidikan
Fisika. Melanjutkan S2 di Program Pascasarjana UNY jurusan Teknologi
Pembelajaran dari tahun 2003-2006.
Pada tahun 2006 menikah dengan Dwi
Riastuti, M.Pd dan kini sudah dikaruniai dua orang anak yaitu :
Muhammad Yunus Baskara
Galuh Ray Rannaa
Aktifitas keseharian sebagai pengajar di
SMP Negeri 1 Wonosari Kabupaten Gunungkidul, mengampu mata pelajaran IPA.
Aktifitas
lainnya yang telah dan sedang dilakukan adalah :
1. Sekretaris Komunitas Rumah Belajar
Kemdiknas 2012 – sekarang
2. Sekretaris MGMP TIK Kabupaten
Gunungkidul Tahun 2006-2009
3. Ketua II MGMP TIK Kabupaten
Gunungkidul 2009 – 2012
4. Anggota Litbang MGMP IPA Kabupaten
Gunungkidul 2012-2015
5. Ketua II MGMP IPA Kabupaten
Gunungkidul 2015-2017
6. Ketua MGMP SMP Kabupaten Gunungkidul 2017 – sekarang
6. TIM Pengembang TIK Kabupaten Gunungkidul
2009- sekarang
7. TIM Pengembang TIK Propinsi DIY 2009 –
sekarang
8. Trainer Pelatihan Blog, Pelatihan
Multimedia Pembelajaran di BTKP Propinsi DIY
9. Trainer ICT di MGMP IPA dan TIK
Kabupaten Gunungkidul
Prestasi
lomba yang telah diraih :
1. Finalis National Inovatif Teacher
Comptetition tingkat Nasional tahun 2009
2. Finalis Inovasi Pembelajaran SMP
Tingkat Nasional tahun 2009
3. Juara 3 Website SMP Tingkat Propinsi
DIY 2010
4. Juara 1 Website SMP tingkat Propinsi
DIY 2011
5. Finalis Lomba Media Pembelajaran KI
Hajar Award tingkat Nasional Tahun 2012
6. Juara 1 FIG guru SMP Tingkat Propinsi
DIY Tahun 2013
7. Finalis FIG guru SMP Tingkat Nasional
Tahun 2013
8. Juara 2 Guru Berprestasi tingkat
Kabupaten Gunungkidul tahun 2013
9. Finalis Lomba Mobile Edukasi tingkat
Nasional tahun 2014
10. Finalis Lomba Mobile Edukasi tingkat
Nasional tahun 2015
11. Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat
Kabupaten Gunungkidul tahun 2015
12. Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat
Propinsi DIY Tahun 2015
13. Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat
Nasional Tahun 2015
14. Penerima Anugrah Gubernur DIY tahun
2015 atas prastasi sebagai Juara 1 Gupres TK Nasional.
15. Penerima SatyaLencara Bidang
Pendidikan dari Presiden RI tahun 2016 atas prestasi sebagai juara 1 guru
berprestasi Tingkat Nasional tahun 2015.
16. Sebagai Salah Satu Peserta Terbaik
Literasi Tingkat Nasional 2017.
17. Duta Rumah Belajar Tk Nasional Th
2018 dan Duta Rumah Belajar Terinovatif Th 2018.
18. Penerima Anugrah Gubenur DIY tahun
2018 atas prestasi sebagai Duta Rumah Belajar Terinovatif Thn 2018.
Address:
Jeruksari Rt 01/ RW 20, Wonosari,
Wonosari, Gunungkidul, DIY, Indonesia 55812
Email :
ciget_suryo@yahoo.com
berikut ini pemaparan oleh Narasumber
tentang
“GURU
MENULIS DAN BERPRESTASI”
Assalamua'aikum Wr.Wb. Alhamdulillah pada hari ini saya
diberi kesempatan untuk sharing pengalaman kepada teman-teman semuanya di group
Pelatihan Menulis yang luar biasa ini.
Teman-teman DIM WA Group 7 yang luar biasa. Perkenalkan saya
Sigit Suryono, saya guru SMP Negeri 1 Wonosari Gunungkidul suatu kebahagiaan
bisa berjumpa dengan guru-guru hebat, penulis-penulis hebat yang sebagian sudah
saya kenal lewat dunia maya.
Saya akan berbagai pengalaman dengan teman-teman berkaitan
dengan keberhasilan saya dalam menjadi juara 1 guru berprestasi smp tingkat
nasional tahun 2015 maupun sebagai duta rumah belajar tahun 2018. dan prestasi
yang lain yang semoga bisa menjadi profokator bagi teman-teman di group ini
untuk bisa mencapai hal tersebut.
Sesuai dengan judul yang disampaikan oleh omjay untuk saya
yaitu "Guru menulis dan Berprestasi" saya sebenarnya malu dengan
teman-teman di group ini yang sebagian besar sudah menulis dan diterbitkan
dalam bentuk buku ber isbn.... saya baru satu kali membuat buku itupun harus
saya buat sama istri selama 9 tahun baru bisa jadi 1 buku kumpulan cerpen....
yang dengan judul "aku ingin menghitung rembulan" pada tahun 2017
berhasil menjadi salah satu desiminator terbaik literasi smp tingkat nasional.
"betapa sulitnya saya membuat karya"
sisi lain saya sering membuat coretan artikel, berita dan
juga tutorial yang lumayan banyak yang saya upload di web saya yaitu di
ciget.info maupun di inobel.id
bisa dikatakan saya satu madzab dengan omjay guru yang
senang menulis di blog.
Hal pertama yang ingin saya sharingkan pada teman-teman di
Group WA ini adalah tentang bagaimana saya bisa meraih juara 1 Guru berprestasi
tingkat Nasional pada Tahun 2015.
Untuk mencapai kejuaran tersebut saya sebenarnya mulai
menyiapkan diri sejak awal saya bekerja di SMP Negeri 1 Wonosari. Tepatnya pada
saat itu saya masih CPNS diminta untuk mengikuti kegiatan seleksi simposium
tingkat Propinsi DIY tahun 2006. Saya
melihat ada peluang yang saya rekam dari senior-senior saya saat pelaksanaan
simposium tersebut yaitu banyak dari peserta simposium yang ahli dalam
penelitian namun belum banyak yang menguasai TIK, sedangkan teman-teman yang
menguasai TIK banyak yang tidak mau melakukan penelitian bahkan malas menulis
laporan. I
Simposium pada waktu itu diikuti oleh semua ketua MGMP SMP
maupun pengurus hampir semua bidang study yang ada di propinsi DIY dan setiap
Kabupaten wajib untuk mengirimkan peserta dalam kegiatan tersebut. Itu sebagai
sebuah tantangan dan peluang bagi saya untuk mempromosikan diri kepada para
senior, hal tersebut dikarenakan saya pada tahun 2006 sudah menyelesaikan S2
untuk jurusan Teknologi Pembelajaran (walaupun harus kuliah 11 tahun karena S1
hampir DO 7 tahun ditambah langsung S2 3,3 tahun itulah senjata yang handal
bagi saya)
Jadi untuk keberhasilan awal yang saya rasakan adalah: 1.
Pendidikan amat penting bagi kita saat akan terjun ke dunia kerja ( saya sudah
diberi senjata yang tajam oleh orang tua), 2. Pemilihan jurusan S2 yang tidak
linier bagi saya pada saat itu karena pingin punya keahlian yang belum banyak
dimiliki oleh teman-teman di dunia pendidikan pada saat itu.
Dari simposium tersebut saya mulai diminta untuk mengajar
Powerpoint, flash, blog, dan lain-lain dari sekolah-sekolah di wilayah kabapaten gunungkidul, lintas
mgmp, dan juga diminta untuk menjadi trainer kegiatan di tingkat kabupaten
maupun tingkat propinsi.
Kemudian ajang lomba mulai saya jajaki, kegagalan setiap
mengirimkan karya, dan proposal berkali-kali. Namun pantang menyerah terus
mencari informasi lomba lewat web maupun blog tentang info lomba. jangan tunggu
informasi dari dinas karena pasti akan terlambat... kegagalan-kegagalan yang
ada di depan mata saat lomba, bahkan karya terbaik yang saya buatpun masih
kalah.... dalam lomba padalah pada saat itu karya yang saya buat lebih baik
dari karya peserta lomba lain? "Inilah masalah baru bagi pemain
lomba"
Oleh karena itu saya riset kenapa selalu kalah... saya
renungkan akhirnya mulai tahun 2009 saya sudah mulai mencicipi hasil kejuaran
dari tingkat kabupaten, regional, maupun propinsi, namun di tingkat nasional
saya selalu kalah dalam 6 kali berhasil menjadi finasil lomba tingkat nasional
apa sih yang menyebabkannya"??????????"
Saat kita benar-benar ingin mengikuti lomba tingkat nasional
maka kita harus melakukan:
1.
Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya karya
yang akan kita ikut lombkan (kecuali masih tahap awal karena hanya ingin
mencoba berhasil/tidak ya gagal/tidak),
2.
Karya yang kita ikutkan dalam lomba bukan karya
yang instan artinya karya yang kita buat tidak maksimal karena hanya membuat
karya saat akan ada lomba, namun siapkanlah karya yang dibuat itu jauh hari
bahkan mungkin 1 tahun pengerjaan yang di dalamnya ada jiwa dan ruh kita, semangat
kita.
3.
Jika kita lolos ke nasional perlu di lihat
kembali apasih yang akan dinilai saat kita mengikuti lomba tersebut, apakah
karyanya ataukah presentasinya (hal ini sangat penting saat kita mengikuti
suatu lomba),
4.
Siapkan diri, pribadi, mental dan juga fokus
pada lomba,
5.
Saat presentasi lomba fokus pada materi yang
akan kita sampaikan, jangan sampai keluar dan menyimpang dari presentasi yang
kita siapkan karena akan banyak memakan waktu.
Kegagalan-kegagalan di awal saya ikut lomba di tingkat
nasional karena pada saat pemaparan saya dulu sering melakukan presentasi yang
keluar jalur bukan pada pokok media atau penelitian yang saya buat misalnya(
siapa saya, prestasi apa yang saya miliki, membanggakan organisasi, sekolah,
maupun yang lainnya sehingga keluar jalur dari presentasi yang seharusnya saya
harus fokus pada media yang saya presentasikan) itu penting sekali karena saya
pernah gagal di ajang inobel tahun 2009 saat itu saya kehabisan waktu karena
hanya menceritakan siapa saya, dan lain-lain yang akhirnya harusnya dari
teman-teman peserta pada saat itu menilai saya bisa masuk 3 besar ternyata
tidak masuk ...... pengalaman pahit...
Teman-teman yang luar biasa di group ini ada yang juara
inobel, ada yang juara lkg, ada yang juara bidang lain tentu juga merasakan apa
yang pernah saya rasakan... lomba itu pasti hasilnya gagal atau juara. kalau
gagal maka kita harus melakukan evaluasi. kalau menang jangan jumawa karena
suatu saat bisa juga kita akan kalah ketika tidak bisa kontrol diri
"AKU-nya muncul" sehingga saat presentasi di lomba lain bisa kalah
dengan orang lain. Maka saran saya pada teman-teman di group ini dan tentu buat
saya sendiri mari kita terus belajar-belajar-dan belajar, belajar dimana saja,
kapan saja dengan siapa saja" (seperti slogan Rumah Belajar) ya.
Hal yang saya tuliskan diatas adalah pengalaman saya saat
mengikuti lomba-lomba yang selalu gagal .... kemudian bagaimana saya bisa jadi
juara guru berprestasi tingkat nasional tahun 2015, apa yang saya lakukan
dan apa yang saya persiapkan....
Gambar Penyerahan hadiah sebagai Juara 1 Guru Berprestasi
Tingkat Nasional SMP Tahun 2015 oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional Bapak
Anies Baswedan.
Cari Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi pada tahun
penyelenggaraan dilaksanakan jika belum keluar pedomannya dapat menggunakan
pedoman pada tahun sebelumnya.
Cermati isi dari pedoman tersebut berkaitan dengan proses
penilaian dari tingkat Kabupaten, Tingkat propinsi, dan tingkat Nasional.
- Buat portofolio 8 tahun terakhir sesuai dengan ketentuan dari buku
pedoman pemilihan guru berprestasi.[ kumpulkan semua karya bapak ibu
guru yang sudah dibuat selama 8 tahun terakhir, untuk bukti fisik berupa Surat
tugas, piagam, dll, diligalisir oleh atasan langsung] untuk tahun 2015 syarat portofolio kita adalah 8 tahun. itu
hal yang menantang bagi peserta gupres maka penting untuk mengarsipkan semua
kegiatan yang pernah kita lakukan dari tahun ke tahun ( alhamdulillah karena
pengalaman tahun 2006 tersebut saya masih memiliki semua arsip yang dibutuhkan
untuk mengikuti gupres, seperti undangan, catatan singkat/ laporan singkat
setiap kegiatan yang saya ikuti, foto, video dan dokumentasi, piagam dan
sertifikat yang lain selama 8 tahun tersebut hampir semuanya lengkap sehingga
memudahkan untuk menyusun portofolio tersebut)
- Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai
dengan kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi
terbaik yang bapak/ ibu guru miliki dan selalu memperhatikan dari buku pedoman
pemilihan guru berprestasi tingkat nasional.[ karya bisa berupa PTK, best
practice, maupun penelitian yang lainnya seperti penelitian eksperimen,
penelitian R&D, dll] jangan lupa buat presentasinya menggunakan Ms
Powerpoint atau yang lainnya.
- Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi
dengan tema dan tata penulisan sesuai dengan ketentuan pedoman guru
berprestasi. [ jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka
makalah ini tidak perlu dibuat]
- Persiapkan video pembelajaran untuk satu tatap muka yang mencerminkan
proses pembelajaran yang benar sesuai dengan rpp yang kita buat. [
syarat yang maju ke tingkat nasional]
setelah itu semua siap maka hal yang kita lakukan adalah
melalui tahapan-tahapan seleksi guru berprestasi dari tingkat kabupaten sampai
nasional yaitu:
Kegiatan penilaian di masing-masing jenjang seperti yang
sudah saya ikuti pada tahun 2015 meliputi:
- Lomba Guru Berprestasi
tingkat Kabupaten Gunungkidul:
- Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi
Profesional
- Test Wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi
Prefesional, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Kepribadian.
- Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
- Lomba Guru Berprestasi
Tingkat Propinsi DIY
- Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi
Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
- Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi
Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
- Psikotest
- Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
- Lomba Guru Berprestasi
Tingkat Nasional
- Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi
Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
- Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi
Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
- Psikotest
- Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
oh iya teman-teman jika ingin melihat komponen portofolio
yang saya gunakan untuk lomba gupres tahun 2015 dapat dilihat di web saya :
Contoh Portofolio Gupres
Pertanyaan 1,
Ass. Pak Sigit. Apa yg dirasakan bapak pada saat gagal dlm
lomba juga saya sudah alami. Akan tetapi apabila motivasi dalam diri kita selalu dipacu maka kita akan
mendapatkan namanya juara. Kuncinya adalah belajar, belajar dan belajar terus.
Apa saja yg dinilai pada saat presentasi karya kita pak? #Muhammad Said
Makassar.
Jawaban 1
ok makasih mas Muhammad Said Makasar atas pertanyaannya: apa
saja yang dinilai pada saat presentasi karya. yang paling utama yang dinilai
saat presentasi adalah penguasaan pada karya kita itu sendiri adalah nilai yang
utama, kebanyakan kita gagal saat presentasi karena kita kurang menguasari
karya kita secara detail baik dalam file presentasinya maupuan laporan yang
kita buat. (hal ini bisa terjadi dikarenakan kita merasa bahwa kita sudah
menguasai karya yang kita buat sendiri tanpa di baca ulang, tanpa dipahami
ulang) maka saat akan presentasi jauh hari saya sudah membaca berulang-ulang
dan juga mencoba mempresentasikan secara tepat dan durasi waktu yang kita
butuhkan kita mempraktekkan juga presentasi yang akan kita lakukan secara
berulang ulang untuk menghindari noise "gangguan" baik dari diri
sendiri misal nerves dan kurang siap, mapun dari alat yang kita gunakan untuk
presentasi seperti file error, laptop bermasalah, listrik mati dll"), 2.
Perlu memperhatikan pertanyaan yang di ajukan oleh juri kita jawab dengan baik
jika kita sudah siap.
Pertanyaan 2:
Tadi disampaikan bahwa untuk ikut lomba persiapan harus 1 tahun
lebih supaya ruh kita ada. Bagaimana menyiasati jika persiapan yang kita
lakukan ternyata tidak sesuai dengan tema lomba. Terima kasih. Bu Iin Kediri
Jawaban 2:
Untuk pertanyaan ke 2 dari Ibu IIn Kediri bagaimana
menyiasati jika persiatan yang dilaukan ternyata tidak sesuai dengan tema
lomba: pasti akan muncul nerves dan mental down. Kalau judul yang kita buat
lolos masuk ke tahap selanjutnya untuk dipresentasikan di ajang lomba walupun
temanya salah. Hal ini pernah saya lihat (yang mengalami teman dari daerah
sumatra saya lupa nama beliau) saat lomba Forum Ilmiah Guru Tingkat Nasional
tahun 2013. Beliau salah tema, salah penelitian namun tetap bisa lolos ke
nasional) yang beliau lakukan adalah tetap menyampaikan materi presentasi
dengan mantap, fokus dan saat ditanya oleh juri temanya kok tidak sesuai dengan
tema lomba, beliau menjawab dengan tenang, dan fokus walaupun tidak juara),
namun intinya kita menguasai betul karya yang kita buat dan kita kerjakan dan
berusaha secara maksimal mempresentasikan pada ajang lomba tersebut.
Pertanyaan 3,
Assalmualikum wr wb
Motivasi diri Bapk sangat kuat, bgmn dan apa resepnya
Bu Iez Lumajng
Jawab 3
"resep dari ibu saya " Menang cacak kalah cacak" dan juga
dorongan dan motivasi yang kuat dari istri yang siap mereviuw karya saya
kebetulan istri satu jurusan di Teknologi pembelajaran. kami bersinergi dengan
baik.
Pertanyaan 4,
Untuk gupres ini
berdasarkan ajuan pribadi atau sudah ditunjuk oleh dinas pendidikan?
Jawab 4
untuk gupres saya mengikuti seleksi 2 kali tahun 2013 baru
juara 2 tingkat kabupaten, kemudian mengikuti kembali tahun 2015 yang diajukan oleh kepala sekolah untuk mengikuti
seleksi tingkat kabupaten karena pada tahun tersebut tidak ada guru di sekolah
saya yang mau (sebelumnya digilir pertahun sudah ditunjuk oleh KS 2 tahun
sebelum lomba gupres), sehingga KS saya meminta saya untuk maju di tahun 2015
dan alhamdullillah saya lebih siap dan lebih komplit dari tahun 2013 sehingga
bisa jadi juara 1 di kabupaten sampai juaran 1 nasional. Lawan di kabupaten th
2015 saya 22 orang guru, di propinsi 5 guru (di DIY hanya 5 Kabupaten) di
Nasional th 2015 ada 33 propinsi.
Pertanyaan 5
Slmt malam pak, di luar konteks ini, siapakah orang-orang
paling berpengaruh di balik prestasi bapak? Tks. Yulius Roma_Toraja, Makasih
bapak atas petanyaannya:
Jawab 5
orang yang berpengaruh pada keberhasilan saya : 1.
Bapak-ibu saya yang sudah mempercayai untuk belajar terus walaupun hampir gagal
(DO), 2. Istri saya yang terus memotivasi dan mereview penelitan dan karya
saya, 3. Keluarga besar sekolah saya dari KS, Guru dan siswa yang membebaskan
saya untuk selalu bereksprerimen dan berinovasi, dan dinas Dikpora baik
propinsi maupun kabupaten yang memberi
kesempatan kepada saya untuk berbagi ilmu.
Pertanyaan 6
Mohon maaf Untuk ikut
lomba harus menyiapkan portofolio 8 th . Secara otomatis bapak memang sdh
menyiapkn waktu sangat panjang. Apa yg
membuat anda memilih mengikuti lomba dg hrs siapkn berkas selama 8 tahun. Siti
Fatimah.
Jawab 6
terima kasih ibu siti
fatimah: Gupres sebenarnya bukan pilihan bu... namun itu semua merupakan rekam
jejak saya selama mengajar, berinovasi, dan juga melakukan penelitian. Hal itu
karena dorongan bapak ibu saya agar selalu disiplin untuk naik pangkat setiap 2
tahun sekali dan saya pernah membantu ibu saya saat saya masih kuliah
pemberkasan ke IV b ibu, sehingga saya mengikuti jejak beliau untuk menyimpan
hampir semua arsip yang penting dan ternyata dapat dimanfaatkan di kemudian
hari tepatnya tahun 2013 dan 2015 bisa saya gunakan.
Pertanyaan 7
Assalaamu'alaikum pak, saya mau tanya tentang karya tulis
ilmiah misalnya PTK... ketika saya ingin membuat PTK tentang metode
pembelajaran dan diterapkan ke siswa saya hasilnya selalu sesuai yang saya
harapkan sehingga saya merasa gagal.Akibatnya tdk mungkin dibuat laporan PTK.
saya lihat kebanyakan teman-teman jg data nilai siswa tdk ada yg asli. mohon
bantuan sarannya pak, apa yang harus saya lakukan untuk bisa mendapatkan data
asli seperti harapan saya? Sri Indyani
Jawab 7
Terimakasih pertanyaannya bu: untuk PTK seharusnya yang
benar adalah yang ibu lakukan sesuai dengan apa adanya bukan dibuat-buat
nilanya. sehingga ibu buat aja laporannya sehingga bisa digunakan untuk dupak
dan pengembangan diri.
Pertanyaan 8
Saya ari rumbini dari purbalingga ingin bertanya apakah untuk mengikuti
seleksi gupres ( memiliki buku dan karya sastra lain ) dibutuhkan dalam
seleksi ?
Jawab 8
Tidak bu buku dan karya sastra hanya sebagian kecil dari
Karya ilmiah maupun publikasi ilmiah. Pada saat saya mengikuti seleksi gupres
tahun 2015 saya tidak mempunyai buku maupun karya sastra namun saya menggunakan
berbagai artikel yang saya tulis di blog saya di ciget.info, sedangkan untuk
hal yang menonjol yang memang kekuatan paling besar saya adalah di bidang TIK
dan karya saya yang paling banyak adalah media pembelajaran :
http://ciget.info/wp-content/uploads/2016/04/3.pdf
Pertanyaan 9
Assalaamu 'alaikum ww. Terima kasih materi malam ini yang
sangat bagus. Alhmdulillaah, berkah dari membuat buku ,saya kemarin( 2019) juga
juara 1Gupres Tingkat Kabupaten. Namun di Propinsi belum berhasil, karena
termasuk persiapan belum maksimal. Yang
saya tanyakan bagaimana cara membuat
power point yang baik? Berhubungan dengan materi nggih pak? Apakah power point
satu halaman/ lembar? Etik Wahyuni Purbalingga
Jawab 9
Mantap bu... di purbalingga saya kenal teman lama Pak Wahyudi
guru "Matematika" jika ibu kenal salam buat beliau. Oh iya untuk
membuat power point harus kita siasati dengan melihat waktu presentasi sehingga
biasanya 10 menit, maka untuk mensiasasi penting untuk belajar infografis
sehingga informasi yang kita buat bisa menampilkan hampir semua karya kita
dengan sedikit slide. biasanya yang dibuat slide hanya di bab 1, bab III, IV,
dan V
Pertanyaan 10
Selamat malam..pak, bapak pernah menulis 9 tahun baru
selesai..kenapa bisa begitu ? Tolong bagi kisahnya.. Andy Muhtadin
Jawab 10
Terima kasih pak karya yang saya buat bersama istri ini
berupa cerpen hanya 10 judul, namun cerpen ini mengisahkan perjalan anak saya
yang pertama Muhammad Yunus Baskara, dari kecil sampai besar setiap ada
pertanyaan yang menggelitik dan susah untuk dijawab oleh saya maupun istri
akhirnya jadi cerpen dan itupun butuh waktu yang lama dari bayi sampai dia
berumur 10 tahun. sehingga karya tersebut benar-benar saya jiwai dan saat
presensi pada saat desiminasi tingkat nasional bisa menjadi salah satu yang
terbaik. karena penjiwaan dan penguasaan
karya.