MENULIS TANPA IDE ? APA BISA ?
Tentang narasumber
:
Budiman
Hakim mengawali karir sebagai copywriter di Advertising Agency, Leo Burnett,
kemudian pindah ke Advertising Agency Ogilvy. Selanjuta membangun agency
sendiri yang bernama MACS909 da menduduki jabatan sebagai Creative Advisor.
Berbagai penghargaan banyak diraih baik itu di ajang festival periklanan lokal
dan internasional. Sekarang ini Budiman Hakim lebih memfokuskan diri sebagai
pengajar, baik itu di kampus, pengusaha UKM dan korporasi di Indonesia.
![]() |
| Budiman Hakim |
MENULIS TANPA IDE ? MANA BISA ? Yang saya tahu untuk menuliskan sesuatu itu ya
harus punya ide, kalau tidak ada ide mana mungkin akan muncul sebuah tulisan
begitu saja. Nah dalam pertemuan ke-8 kali ini, narasumber akan memberikan
ilmunya untuk kita semua tentang bagaimana menulis tanpa harus menunggu ide
terlebih dulu.
Jadi penasaran nih,
Yuk ah kita simak pemaparan beliau.
Oiya jadi lupa nih, yang menjadi
narasumber kali ini adalah Budiman Hamim tetapi beliau lebih dikenal dengan
panggilan Om Bud.
Menurut Om Bud, Bagaimanakah kita
menentukan sebuah tulisan itu menarik atau tidak? Mudah saja! Tulisan yang bagus
adalah yang mampu menggugah EMOSI pembacanya.
Cara menilainya cuma dengan 1
pertanyaan: Apakah buku kita mampu membuat pembaca tertawa terbahak-bahak,
apakah tulisan kita mampu membuat orang menangis ? Ketika seseorang dapat
membuat orang menangis atau tertawa, maka di situlah saat tulisan kita mampu
menggugah EMOSI pembacanya. Jadi menurut Om Bud, kata kuncinya adalah ‘EMOSI’.
Kesimpulannya adalah ketika kita menulis
sebuah cerita, kita wajib memasukkan unsur EMOSI dalam cerita itu. Namun dalam pelaksanaannya
ternyata tidak mudah. Ketika kita ingin menulis, seringkali kita gak punya ide.
Orang-orang banyak yang mengistilahkan kondisi ini dengan writers’ block.
Untuk mengantispasi hal tersebut,
menurut Om Bud ada dua hal yang bisa kita lakukan.
1. MEMANFAATKAN EMOSI.
Caranya sangat sederhana. Tuliskan semua
perubahan EMOSI dalam kehidupan kita sehari-hari.
Metode ini biasa saya sebut dengan
CERPENTING. Singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting.
Cerpenting adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa
REMEH yang terjadi di sekeliling kita.
Meskipun ceritanya sepele tapi ternyata
kita ketawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita
tergugah. Jadi tuliskanlah peristiwa tersebut. Perlu dipahami benar, ya, bahwa
ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING. Kalo kalian menuliskan dilema diajak
pacar untuk pindah agama maka itu cerita penting. Kalo kalian bercerita tentang
anak yang terpengaruh temannya
nyoba-nyoba narkoba maka itu cerita penting. Cerpenting haruslah cerita yang
tidak penting itu sebabnya METODE LATIHAN MENULIS ini disebut cerpenting =
Cerita Pendek Tidak Penting. Ceritanya bisa macem-macem. Cari cerita yang
paling REMEH tapi bikin kita ketawa, marah, terharu, pokoknya semua rasa yang
yang menggugah emosi kita.
Misalnya yang punya anak kecil pastinya
sering ngakak ngeliat kelucuan anaknya. Iya kan?
Atau kita lagi naik motor terus keabisan
bensin sementara kita juga lupa bawa duit karena gak sempet ke ATM. Udah
jauh-jauh dorong motor pas sampe ternyata mesin ATMnya rusak.
Ngeselin, kan? TULISKAN! Atau kalian mau
cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang?
Pokoknya pengalaman remeh apapun yang
kalian alami, selama itu menggugah emosi? TULISKAN! Terserah kalianlah apa yang
mau ditulis.
Intinya
apapun yang menggugah emosi? Tuliskan!
Menulis cerpenting memang menuliskan
sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT PENTING. Kenapa? Kalo kita
bisa menggugah emosi pembaca dengan topik yang SANGAT SEPELE, apalagi kalo kita
menuliskan hal yang SANGAT PENTING, pastinya bakalan jadi bagus banget Jika
sudah terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk
menulis. Ya pastilah, topik sepele aja kita mampu, kok. Itu pointnya. Gak usah
mikirin apa gunanya tulisan itu. Anggap aja itu adalah latihan menulis yang
menyenangkan. Kenapa menyenangkan? Karena kita mengalaminya sendiri dan
terbukti menggugah emosi, jadi gak ada salahnya kita abadikan. Menulis itu
persis kayak memasak. Supaya tambah enak, tambahkanlah bumbu-bumbu.
Berikut beberapa contoh cerpenting yang
pernah beliau tulis.
CERPENTING #1
BACA BUKU
LOMPAT-LOMPAT
Sedang
asyik makan Ifumi di sebuah resto kecil di Senayan City, tiba-tiba seorang
perempuan datang mengagetkan saya.
“Om Bud.
Wah, kok bisa ketemu di sini kita,” kata Indri. Dia adalah temen saya di
industri periklanan.
“Hey,
Indri. Pakabar lo?” tanya saya lalu cipika-cipiki dengannya.
Dengan
cuek Indri langsung bergabung di meja saya lalu berkata, “Om Bud, gue udah baca
buku lo yang judulnya STORYTELLING. Bagus banget! Gue suka.”
“Kok
bisa bilang bagus? Emang lo udah abis bacanya?” tanya saya.
“Belom,
sih,” katanya, “Abis gue bacanya lompat-lompat.”
Saya
berhenti menyuap ifumi, memegang pundaknya lalu berkata, “Lain kali kalo baca
buku, lo harus duduk. Kalo lompat-lompat ya susah nyelesainnya.”
“HAHAHAHAHAHAHAHA….Gila
lo!!!”
Coba perhatikan cerita sederhana ini.
Sama sekali gak penting. Lucu, kan?
Menurut beliau lagi. kalo mau kekinian,
cerita ini bisa kita bikin versi videonya.
Maka jadilah konten menarik yang bisa kita posting di IG, Youtube dll. 😂
CERPENTING #2
PERCAKAPAN
DI SEBUAH BAR
Saat itu
saya sedang berada di sebuah kafe dan duduk di bar bersama Boni. Karena home
band yang main gak bagus, akhirnya kami memutuskan untuk ngobrol aja
ngediskusiin band-band yang kami suka.
“Eh,
Bon. Lo tau Superman is dead?” tanya saya.
Di luar
dugaan Boni menjawab,
“Hah?
Innalillahiiii….Kapaaan????” tanya Boni.
Hahahahahahaha…tentu saja saya ngakak
abis mendengar omongannya. Silakan
dibaca contoh cerpenting di atas Coba perhatikan cerpenting di atas. Gampang
banget kalo mau dijadikan konten video. Luar biasa kan manfaat cerpenting? Jadi
mulai sekarang, setiap kalian tergugah emosinya, langsung dicatat. Simpan di
laptop. Kumpulkan dalam satu folder dan beri nama ‘SUMBER IDE’. Setiap kali
kita butuh ide untuk menulis, kita tinggal buka folder itu. Inspiratif, kan? Kalo
kita mau lebih peka terhadap apa yang terjadi pada kita sehari-hari, sebetulnya
ada banyak yang bisa kita tuliskan menjadi cerpenting.
2. MEMANCING EMOSI
Metode yang kedua adalah memancing
emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita konversikan menjadi ide. Pernah kan
kalian ngedenger orang ngomong, "Jangan tunggu kaya lalu baru berderma.
Berdermalah dulu maka in shaa Allah kita akan menjadi kaya." Ada lagi yang
kalimat yang mengatakan, "Jangan menunggu bahagia lalu baru tersenyum.
Tersenyumlah maka kebahagiaan akan datang padamu." Dan masih banyak lagi
kalimat-kalimat motivasi dengan formulasi kalimat seperti di atas. Saking
banyaknya sampe saya curiga bahwa formulasi kalimat tersebut adalah RAHASIA
KEHIDUPAN. Kenapa demikian?
Karena sepanjang pengalaman sang
narasumber dalam menulis, beliau menemukan RAHASIA cara menulis tanpa ide.
Dan setelah beliau coba menuliskan
rahasianya, ternyata FORMULASInya persis sama dengan formulasi kalimat-kalimat
motivasi di atas.
Bunyinya begini,
JANGAN
MENUNGGU IDE DATANG LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG
PADAMU."
Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa
menulis kalo belom ada ide?
Sering kan kita ngedenger orang ngomong
begini, 'Gue sih mau nulis tapi belom ada ide nih.'
Nah, itu keliru. Itu salah. Salah
besar!!!!
Perlu di tekankan bahwa: IDE ITU GAK
BOLEH DITUNGGU. IDE ITU HARUS DIPANCING.
Persoalannya, cara mancingnya gimana?
Caranya begini: Coba perhatikan
sekeliling kalian.
Lalu tuliskan benda-benda yang kita
tangkap melalui pancaindera.
Kemudian gabungkan dan susun semua benda
tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat. Dengan menuliskan apa yang
ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu
supaya ide datang.
Nah, metode menulis tanpa ide ini sudah beliau
praktekkin bersama partner nya Asep Herna.
(Dia seorang penulis juga). Om Bud yang
menemukan metodenya dan Asep yang mempraktekkannya. Suatu hari Pak Asep mencoba
memperaktekkan metode ini.
Pak Asep saat itu sedang berada di
kamarnya dan berniat hendak menulis sesuatu. Tapi sayangnya Pak Asep idenya
lagi mandeg. Pak Asep duduk di depan laptopnya yang sudah menyala dari tadi
tapi masih saja kosong tanpa satu huruf pun di atasnya. Pak Asep memandang ke
sekeliling kamar dan mengamati benda apa saja yang terdapat di kamarnya.
Setelah itu dia menuliskan benda-benda
yang ditemukannya.
Benda-benda tersebut adalah :
1. PRINTER
2. KERTAS
3. DINDING
4. AC
5. JAM
6. LAPTOP
Dan beginilah hasilnya :
"PRINTER warna hitam di
depanku menungguiku kaku, ditemani KERTAS-KERTAS kosong yang berserakan di sekitarnya. Aku lihat
DINDING tampak pucat, barangkali kedinginan karena berjam-jam disembur AC yang
begitu angkuh. JAM menunjukkan pukul 2 pagi. Tapi layar LAPTOPKU masih juga
kosong. Dan hingga detik ini, tak satupun ide bergairah menghampiri."
Pak Asep telah membuat sebuah tulisan yg
bagus hanya dengan mengandalkan matanya. Padahal diawal beliau merasa tidak
memiliki ide. Jadi menurut Om Bud, meskipun kita merasa mentok tidak memiliki
ide untuk dituliskan, seseunghnya kita masih mempunyai indera penciuman,
pendengaran, pengecapan dan peraba sebagai device untuk bereksplorasi.
Semua yang ditangkap panca indera sangat
berpotensi untuk membuat tulisan pemancing ide.
Lanjut beliau, meskipun belom punya ide.
Nyalakanlah laptop kalian. Duduk di depannya. Buka software WORDS. Taruh jemari
kalian di atas tuts seakan-akan kalian sudah mendapat ide untuk ditulis.
Intinya adalah biasakan menulis dulu tanpa
perlu menunggu ide datang. Cara menulis seperti itu adalah cara untuk memancing
ide datang. Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang
menarik.
Setelah dilihat Pak Asep ternyata bisa ,
kemudian beliau pun mempraktekkannya sendiri.
Dipilihnya 6 benda yang tertangkap panca indranya. Dan 6 benda yang
dipilihnya sebagai berikut :
Sepatu tua
Kasur
kulkas
Pintu
handuk
Pancuran
Dan tanpa butuh waktu lama, terciptalah
tulisan sebagai berikut ini:
Brak! PINTU kamar tidur kudorong dengan kuat
sehingga menimbulkan suara menggelegar. Aku terlalu capek sehingga langsung
kubanting tubuhku di atas KASUR yang empuk. Kepalaku mau pecah rasanya karena
letih.
“Aku benci sama kamu!!!” Tiba-tiba terdengar
suara mengagetkanku..
Aku mencari suara tersebut ternyata datangnya
dari SEPATU TUA yang sedang mojok di sudut kamar, di samping KULKAS.
“Kenapa kok benci?” tanyaku terheran-heran
kok sepatu itu bisa berbicara.
“Sejak kau memiliki sepatu baru, kau tidak
pernah peduli lagi padaku. I hate you!!”
Hah? Sepatu lamaku cemburu dan merasa
dicampakkan. Aduh! Apakah aku sudah gila?
“I HATE YOU!!!!!!”””
Dengan cepat aku berdiri meraih HANDUK lalu
masuk ke kamar mandi. Barangkali guyuran air dingin dari PANCURAN bisa
menyegarkan tubuh dan pikiranku. Bismillah….
Sebagai penyemangat, diakhir materi,
beliau mengingatkan kepada kita semua bahwa Menulis
itu sebuah proses. Menulis bukan skill yang bisa diperoleh dalam waktu semalam.
Jadi kita memang harus berlatih.
Dilanjut dengan sesi tanya jawab yang
cukup panjang juga.
Pokoknya malam ini materinya seru banget
dah.
Semoga makin membakar semangat untuk
menulis bahkan memiliki buku sendiri.




2 Komentar:
keren banget isinya, yuk kita menulis tanpa ide
Mantul sekali bu
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda