MARAH
MARAH
Hari ini terulang lagi. Mendiamkanku tiba tiba tanpa ku tahu kesalahan apa yang telah aku perbuat. Dengan rumah yang hanya berukuran 5 x 10 meter, sementara kanan kiri terhimpit rumah tetangga, mau bikin heboh semua. " Huh.... Dasar, maunya menang sendiri aja " gerutuku.
Biasanya aku akan mencoba untuk mendekatinya. Berusaha untuk mencairkan suasana, tapi saat ini aku malas untuk memulainya. Apa iya harus istri yang selalu mengalah lebih dulu. Dan apakah letak kesalahan itu adanya di istri. Kubiarkan suamiku sendiri, aku merasa lelah jika harus meminta maaf terlebih dulu. Kali ini aku bener bener membatu.
Hari sudah larut, kulihat di kamar depan masih kosong, diruang tamu juga sepi. kenapa belum pulang juga ya. Terbersit was was dalam hati. Kuatir ada hal buruk yang menimpa beliau. Ku perhatikan HP di atas meja. " Ehmmm telpon atau tidak ya.." ucap batin ku. Aku hanya bisa mondar mandir tanpa arah. Akhirnya ku paksakan diri untuk tidur juga. Suara HP berdering keras, memaksaku bangun. Dengan mata yang masih mengantuk, ku angkat HPku. Lamat lamat kudengar suara di sebrang " Maaf Bu, apakah ini istri pak Andi ? Bapak baru saja mengalami kecelakaan, saat ini ada di RS Cibitung" Aku hanya diam terpaku.



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda