MAN JADDA WAJADA
MAN JADDA WAJADA
( 5 April 2020 pukul 19:19
)
Pertemuan ke – 7 dimulai dengan narasumber seorang penulis
buku best seller. Akbar Zainudin, Penulis buku Man Jadda Wajada. Alhamdulillah,
berkat Man Jadda Wajada ini beliau bisa
keliling ke-33 Provinsi di Indonesia. Katanya hanya Satu propinsi yang belum
dikunjungi yaitu PAPUA. Harapannya bisa ke Papua setelah lebaran tahun ini.
Aamiin…….
Beliau menulis sejak SMA saat di Gontor. Dilanjutkan pada
saat mahasiswa. Menulis buku pertama tahun 2008, yang diterbitkan Gramedia, Man
Jadda Wajada. Hingga sekarang, sudah 13 buku yang ditulis. Hampir semuanya
tentang motivasi.
Pada pertemuan mala mini, beliau membagikan ilmunya kepada
kita tentang ini tentang Langkah-Langkah dalam Menulis Buku.
Menurutu beliau Ada 6 langkah dalam menulis buku, yang
beliau berikan akronim TOJTRP.
T. Tentukan
TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non
fiksi. Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir.
Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan
sebagainya. Buku beliau, kebanyakan adalah buku-buku motivasi.
O. Buatlah OUTLINE atau
DAFTAR ISI. Mengapa harus membuat daftar isi padahal buku belum ditulis ?
karena justru daftar isi akan meudahkan penulis untuk mengerjakan apa apa saja
yang hendak ditulisnya. Berikut manfaat outline :
- Agar tulisan kita terarah.
- Bisa buat jadwal dan target.
- Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.
- Agar bukunya selesai.
Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai.
Disela sela pemaparan materi, pak Nowo Beni Harjito memberika pengalamannya
dalam membuat komik , berikut langkah langkah yang beliau lakukan
- -Tema
- -Tokoh
- -Chapter
- -Tulis cerita
- -Story board
- -Gambar
- -Lay out
- -Colouring
- -Revisi
- -Penerbit
J. Buatlah
jadwal penulisan. Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel
atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan
jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau
selesai. Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol
dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.
T. Tuliskan. Outline sudah
ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan
jadwalnya. Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah
tulisan kita akan selesai atau tidak. Tulis dan selesaikan semua judul artikel
terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.
Menurut beliau, jika daftar isi sudah dibuat, misalnya ada
30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan
1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu
kapan mau selesai. Dengan adanya jadwal, maka akan memudahkan kita untuk
mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.
T. Tuliskan. Mulailah menuliskan.
Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai
outline dan jadwalnya. Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan
apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Tulis dan selesaikan semua judul
artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna. Karena
jika kita terpaku pada satu sub judul agar sempurna tulisannya maka kita tidak
akan beralih ke sub judul selanjutnya.
R. REVISI. Revisilah tulisan kalau semua draft
tulisan sudah selesai. Apa saja yang direvisi?
- Data dan informasi yang kurang.
- Tata Bahasa
- Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.
- Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.
P. Penerbit . Jika naskah
sudah selesai dan sudah kita revisi, selanjutnya adalah kirim ke penerbit.
Apa yang menjadi pertimbangan penerbit menerima buku kita?
- Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.
- Apakah pembaca butuh buku kita?
- Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?
- Buku kita menjawab kebutuhan apa?
- Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.
Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita
siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.
Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari
buku sejenis.
Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?
Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu
yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
Pada akhirnya dibutuhkan kemauan yang keras. Man Jadda
Wajada, barang siapa memiliki kemauan maka Insya Alloh aka nada jalan. Semoga kita
semua diberikan semangat untuk mencapai apa apa yang kita inginkan.
Terima kasih banyak buat pak Akbar Zainudin atas ilmunya
yang sangat bermanfaat ini.



2 Komentar:
Sudah om Jay
Yth Bapak dan Ibu Peserta belajar Menulis, Mohon tuliskan alamat link blog anda ke bagian komentar tulisan ini, https://membangunpersonalbranding.blogspot.com/2020/04/inilah-proses-menulis-dan-menerbitkan.html
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda