Senin, 14 Februari 2022

Pinjaman online oh pinjaman online

 Ngeri ngeri sedap dengan yang namanya pinjaman online. 

Siang ini, waktunya aku berkunjung ke rumah ibu. Setelah seminggu yang lalu di rawat di rumah sakit, hari ini aku ingin mengetahui perkembangan beliau. Alhamdulilah, dari pembicaraan kami, kondisi ibu sudah pulih. Sedang asyik asyiknya kami ngobrol di ruang tamu, tiba tiba diluar datang seorang dengan perawakan yang cukup menakutkan ( untuk ukuran aku )  tanpa ba-bi-bu langsung nyelonong dan bertanya " Bener ini rumah Sri ?"  Ini siapanya Sri?" Bapaknya ya?" Suamiku yang saat itu sedang di depan teras rumah disangka bapak nya adikku. 


"Mana yang namanya Sri ?" Katanya lagi" Sri punya hutang online sebesar 17 juta" sudah nunggak " Lanjutnya lagi.

Aku yang saat itu diruang tamu buru buru keluar untuk memastikan ada kejadian apa diluar. 


Pada saat kondisiku sudah di teras rumah, langsung di todong pertanyaan oleh sang deptcolector , " Mana yang namanya Sri? 

" Bapak siapa ? sahutku

" saya mau ketemu yang namanya sri " 

" Sri sedang dikantornya lah " sahutku agak ketus. kupikir biarin aja ku jawab dengan ketus, tho dia bertanyanya juga gak pakai adab. main nyelonong aja masuk keteras rumah orang. 

" Saya minta nomer  Sri" lanjut orang itu lagi. "Loh, kenapa bapak minta nomernya Sri sama saya ?" Jawabku 

"Lihat, ini bukti kalau adik ibu yang namanya Sri, meminjam uang kepada kami" Lanjut orang itu sambil menunjukan berkas yang aku juga belum tahu apa isinya. 

" Lah, kalau memang adik saya meminjam, kan di berkas bapak ada nomer HP nya, silahkan bapak telpon aja kenomer itu" jawabku tak mau kalah 

"Nomer yang di berkas ini tidak aktif" kata si depcolector tersebut 

"Maaf ya pak, adik saya tidak ganti nomer HP" 

"Makanya saya minta nomer HP adiknya Bu" kata si orang itu dengan suara keras.

"Loh, kenapa bapak minta sama saya, seharusnya bapak hubungi nomer yang sesuai dengan yang tertera di berkas bapak" sahutku . Rasanya sudah kesel diubun ubun.

"Lihat nih Bu, saya sudah nelpon ke nomer yang ada diberkas tapi tidak aktif" kata si orang itu sambil menyodorkan berkas berkasnya kesaya, disitu saya liat ada surat pernyataan peminjaman, lembar berikutnya foto kopi KTP, dan lembar terakhir ada pas foto. 

"Eh, ini bukan foto adik saya" bapak dapat berkas ini dari mana?" Sahutku setelah melihat lembar terakhir yang berisi pas foto dan ternyata itu bukan foto adik. 

"Ini bukan adik saya, bapak jangan macam macam ya, lebih baik bapak pergi sekarang atau saya lapor kan bapak ke pak RT" sahutku denga nada yang sudah tidak bisa aku kontrol 

Akhirnya si penipu itu pergi. Untuk meredakan rasa marah yang masih bergelayut. Ku coba beristighfar. 

Astaghfirullah, ada aja orang yang mencari nafkah dengan cara cara yang tidak benar. Memberi makan keluarga dengan cara cara yang haram. Bagaimana anak istri bisa menjadi orang baik, berakhlaq kalau selalu diberi makan dengan cara tipu tipu. 














#taubat 2

 Moment itu adalah moment terpenting dalam hidupku. Sebuah sentilan manis dari sang Maha Rahim, yang masih memberikan kesempatan kepada si pendosa ini. Tak ada manusia yang sempurna, tak ada manusia yang luput dari kealpaan, begitu juga dengan diri ini yang penuh dengan noda noda kehinaan. Namun dengan belas kasih Sang Maha Rahman dan Maha Rahim, terketuk pintu hati untuk dapat melihat kembali jalan yang selama ini tertutup nafsu dunia. 


Sejak peristiwa itu, aku berusaha belajar menata diri. Meski dibalik jeruji besi bukan berarti hati harus tetap terkunci,karena nyatanya justru di tempat yang mungkin bagi sebagian orang adalah tempat paling hina justru disini aku menemukan secercah cahaya. Aku harap aku dapat belajar disini sehingga ketika masa pembebasan itu tiba, aku siap berjuang diantara masyarakat, berjuang untuk menjadi lebih bermanfaat setelah sebelumnya Dimata manusia aku adalah sampah yang tak ada berguna


Lima tahun... Ya... Lima tahun. Aku berusaha menempa diri, membakar hati yang hitam legam agar kembali bersih bercahaya. Apakah mudah ??? Tidak , jatuh bangun aku harus mengontrol diri. Dengan bimbingan orang orang yang masih peduli, akhirnya aku bisa melewati masa tersulit ini. 


#2

Minggu, 13 Februari 2022

Puisi : Anak Bangsa

 Anak Bangsa

( Yuyun Dwi Mulyani ) 


Wahai anak bangsa, 

Di tanganmu kan kau tantang dunia.

Ditanganmu kan kau kendalikan bangsa

Ditanganmu kami titipkan masa depan bangsa


Wahai anak bangsa, 

Di jiwamu tanamkan cinta

Di hatimu suburkan asa

Di ragamu sempurna kan harapan bangsa


Wahai anak bangsa,

Ingatlah ....

Lelahnya para pendahulu kita

Jangan kau sia siakan

Ingatlah.....

Pengorbanan para pahlawan kita

Jadikan sebagai penyemangat 


Didirimu kutitipkan masa depan bangsa 



_Jakarta, 25 Januari 2022_


Sabtu, 12 Februari 2022

Taubatku

 



Pagi itu, lelah menusuk raga. Dengan kondisi ruangan yang sempit, aku harus berbagi dengan 39 orang lainnya. Berhimpit, tak bisa sekedar meluruskan badan. Lelah badan yang butuh istirahat, namun harus terganggu dengan gerakan teman sekamarku. Tanpa pikir panjang, ku tendang kepalanya yang saat itu sedang bersujud di rakaat pertamanya. Ya... Aku kesal, shalat yang dilakukannya telah mengganggu tidurku. Tak puas dengan satu tendangan, ku tambahkan lagi tendangan yang kedua dengan mulut yang mengumpat "anj**g kau". Tak ada rasa sesal, kulihat temanku itu tetap melanjutkan shalatnya meski saat itu sempat terjungkal. Kulihat di rakaat yang kedua, seperti terdengar isakan tangisnya, mungkin saat itu dia mengadukan perbuatanku kepada TuhanNYA. 


Namun tak lama setelah itu, tiba tiba dada bagian kiriku terasa seperti tercerabut dan tertusuk seutas helai rambut, yang rasanya sangat nyeri menusuk. "Ya Alloh,... " Ucapku . "Kenapa dengan dadaku, kenapa rasanya sakit sekali" bathinku berkata, apakah Engkau murka atas perbuatanku tadi. Entah dorongan dari siapa, sesaat setelah kawanku itu mengucapkan salamnya di rakaat yang terakhir. Langsung ku tubruk tubuhnya.

" Kang, ampun kang"

" Aku nyuwun ngapurone kang, nyuwun ngapurone kang, aku salah kang sudah menendang saat jenengan shalat" 

Kang, ajari aku shalat kang.... Ajari aku shalat kang" tak terasa air mata penyesalan mengalir. Meskipun aku terlahir sebagai seorang muslim,. Namun shalat bukanlah aktifitas ibadah yang bisa aku kerjakan.

Padahal shalat adalah salah satu identitas bagi seorang muslim. Namun diusiaku yang sudah 27 tahun belum pernah sekalipun aku mendirikan shalat. Rasa kesalku karena merasa terganggu berbalik dengan rasa sesalku telah menganggu rekan sekamarku di hotel prodeo saat melaksanakan shalat, karena detik itu juga Alloh SWT sepertinya memberikan peringatan langsung kepadaku. Semoga ini menjadi awal taubatku. 


#1https://yuyundwimulyani.blogspot.com/2022/02/taubat-2.html

https://yuyundwimulyani.blogspot.com/2022/02/taubat-2.html