SINGKONG dan IKAN ASIN
SINGKONG dan IKAN ASIN
Dua jenis makanan yang ditempat kelahiranku ini ibarat bumi dan langit, alias kudu masing masing untuk menikmatinya. Singkong , ubi kayu atau ketela pohon ditempat kelahiranku sempat menjadi makanan pokok. Hasil panen singkong yang banyak, dikupas kemudian di jemur sampai kering, kadar airnya habis orang sering menyebutnya gaplek. Lantas gaplek yang sudah kering tersebut di tumbuk dengan lesung dan alu menjadi tepung dan bisa diolah menjadi makanan pokok yaitu tiwul. Atau ada juga yang menjadikan singkong sebagai jajanan pasar berupa gethuk, nah klo gethuk diolahnya dengan cara singkong yang sudah di kupas kemudian dikukus hingga matang, setelah matang singkong tersebut kemudian di tumbuk, ditambah gula dan garam agar gurih. Setelah lumat baru bisa disajikan dengan kelapa parut. Ada lagi jajanan pasar dari singkong, ditempatku namanya timus, nah kalo timus itu singkong yang sudah di kupas dan dicuci kemudian di parut, setelah itu di campur dengan gula merah dan garam lantas di bungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Ehmmmm lezatnya jadi lapar membayangkan makanan yang sudah jarang aku temui ini.
Sementara ikan asin, karena didaerah kelahiranku jauh dari laut, ikan asin itu makanan yang agak susah untuk didapatkan, waktu dulu ya. Kalau sekarang dengan adanya transportasi yang mudah, insya Alloh gampang untuk mendapatkan ikan asin dipasar. Nah, dulu aku seringnya makan ikan asin yang kecil kecil alias teri. Biasanya jika ibuku memasak sayur bobor atau lodeh, pasti ada ikan asin sebagai penggugah seleranya.
Jika didaerah lain ada yang makan ikan asin dan singkong rebus berbarengan seperti makan nasi, kira kira gimana rasanya ya?? Jika ada kesempatan kedaerah tersebut, boleh juga untuk mencobanya.
By : dwimulyaalfath



2 Komentar:
Kereeeeen
Terima kasih bu Arifiani dan Bu Andarini Utami
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda