Senin, 16 September 2019

AWALNYA COBA COBA


AWALNYA COBA COBA

Gak punya gambaran apa itu pelatihan online apa itu VCT. Bentuknya seperti apa dan bagaimana prosesnya. Waktu itu di infokan di Grup Prajab, kata yang ngomporin “  Udah daftar aja dulu, urusan gimana gimananya belakangan, soalnya kuota terbatas “ katanya.
Dipikir piker iya juga sieh,  gak ada ruginya juga daftar dulu, meskipun gak ngerti nanti bagaimana pokoknya daftar dulu aja dah.
So, masuklah di Grup VCI 100 Jakarta 4. Di awal masih sekedar liat liat, ikutin instruksi. Yang disuruh bikin Blog, https://yuyundwimulyani.blogspot.com , terus di arahin download aplikasi webex. Masih bisa ngikutin. Belajar bikin Flyer http://bit.ly/flyersesi9hostkrpoD9  .   Mulai agak keder. Soalnya nyambi nyambi ikut room meetingnya jadi gak bisa konek.
Mulai deh tanya tanya instruktur, faktor “U” juga kayaknya, sudah di share di grup tapi nggak merhatiin. Plus faktor HP yang kapasitas menyimpannya terbatas, jadi kadang kalau ada info bentuk file word gak bisa langsung dibuka di HP, kudu nunggu buka di whassapweb dulu, akhirnya kadang malas jika ada info yang berbentuk file word.
Sampai sampai ada instruktur yang ngingetin lagi “ Coba bu Yuyun, literasi lagi “ Karena saya  nanya nanya info padahal infonya sudah di share di grup dalam bentuk file word.
Lanjut dengan informasi harus menjadi Presenter, Moderator dan Host….. Waduh…. Jujur gak PD euy, meskipun profesi guru tapi kalau sudah harus cuap cuap di dengan audiens rasanya gimana gitu.
Akhirnya di PD – PD in aja deh. Ambil materi yang ringan ringan saja. Alhamdulillah temen moderatornya asyik, jadi gak grogi . lanjut dengan tugas tugas berikutnya.
Berasa aman aman saja pada saat sudah menyelesaikan 2P, 2 M dan 2 H. ternyata ada lagi tugas tambahan kalau ingin dapat sertifikat 40 JP, sementara waktu untuk lihat video tuturialnya gak ada, masih berusaha untuk paham masalah review rumah belajar, lah kok saya gak mudeng mudeng ya. Untuk bikin video menggunakan screen o matic sudah bisa itu juga butuh waktu yang lumayan lama, tetapi gak nyambung nyambung dengan review rumah belajarnya.
Padahal dinfokan jika input kantong tugasnya tinggal besok harinya. Lemes deh rasanya. Trus nyoba buka login seamolec ternyata presensi harus di gabung, sementara file yang dimiliki masih satu satu. Tambah pusing. Belajar dulu untuk menggabungkan file PDF, tanya lagi ssma instruktur. Malam tanggal 12 September dilembur lemburin biar bisa gabungin file presensi.
Berasa sudah komplit, siap siap deh masukin kantong tugasnya. Dari mulai Flyer 1 sampai flyer 6 oke. Lanjut presensi host , moderator , pas presensi presenter ternyata belum ke gabung, buka lagi aplikasi penggabungan file PDF tetapi gak bisa karena limit waktunya habis jadi kudu nunggu dulu.
Pengennya cepet kelar, akhirnya tinggalin dulu deh kantong tugas presensi presenternya, lanjut kantong tugas link youtube.
Diakhir ada tulisan SUBMIT, main ngeklik aja. Trus baru inget….. Lah, itu presensi presenter kan belum di isi. Tepok jidat dah jadinya.
Lihat jam sudah pukul 23.11 mata sudah sepet. Akhirnya tinggalin dulu. Berharap besoknya bisa melanjutkan.
Esok harinya, 13 September 2019. Rencananya mau ke kampus ambil skripsi S1 yang kedua untuk di jilid, dicancel dulu rencananya karena mau focus menyelesaikan tugas VCT nya.
Pagi pagi telpon pak Maman, konsultasi curcol sama beliau. Saran pak Maman, isi dari ulang. So, mulailah mengisi kantong tugasnya dari awal. Alhamdulillah selesai juga, meskipun tidak 40 JP. 32 JP saja sudah terseok seok rasanya.
Akhirnya saya ucapkan terima kasih buat semua instruktur yang selalu menyemangati dan buat semua teman teman peserta pelatihan yang juga sudah saling membantu, yang sudah mau direpotin.
Bener bener campur aduk rasanya.
Insya Alloh sangat bermanfaat dengan adanya VCT ini, khususnya buat diri saya pribadi

Jakarta, 14 September 2019
Yuyun Dwi Mulyani


Jumat, 13 September 2019

Recording #6

Rabu, 04 September 2019

UNEG UNEG

Menjadi Guru sebenarnya bukanlah cita citaku. Dengan latar belakang diriku yang cenderung introvert rasanya sulit untuk bisa berinteraksi dengan banyak orang. Aku dibesarkan dilingkungan yang mungkin menurutku kurang komunikatif, sehingga aku juga terbentuk menjadi pribadi yang cenderung kuper kalau kata orang.

Di SMP, aku mempunyai pengalaman belajar yang cukup menyenangkan. meskipun gak semua mata pelajaran tapi menurutku , aku mendapatkan pendidik pendidik yang cukup menyenangkan.
Aku yang awalnya tidak suka pelajaran Matematika pada saat di SD, menjadi suka dengan pelajaran Matematika dan IPA.

Pak Joko nama guru Matematikaku saat di SMP, gayanya yang cuek dan dekat dengan anak anak didiknya membuat aku jadi semangat untuk belajar dengan beliau. Pendekatan beliau kepada anak didiknya membuat banyak siswa yang senang belajar dengan beliau.

Di SMA, adalah tempat yang paling berpengaruh dalam kehidupanku, di sini aku bertemu dengan teman teman, kakak kakak kelas yang mengajarkan aku untuk lebih mengenal siapa diri. Sehingga lambat laun kecenderungan introvertnya berkurang. Meski mungkin sampai sekarang introvertnya masih ada akan tetapi tidak separah di awal awal.

Di SMA lah saya menemukan jati diri, diajarkan bagaimana cara berinteraksi, bagaimana berorganisasi, bagaimana cara agar dapat bermanfaat untuk orang banyak.

Sekarangpun saya masih banyak belajar . Berinteraksi dengan anak anak adalah salah satu sarana saya pribadi untuk belajar.

Terima kasih buat anak anak didikku yang saat ini mungkin sudah banyak juga dari mereka yang menjadi orang orang sukses di bidangnya. Terima kasih banyak atas pembelajaran yang telah kalian berikan untuk saya.

@TPANURULISLAM
@SMACEMPAKA
@SMPCEMPAKA
@SMKN3
@SDNCBU07PT
@SDNCBU08

Senin, 02 September 2019

VCI 100 Jkt 4 Kamis 2019 08 15 Sesi 2 Yuyun Dwi Mulyani