Jumat, 26 Juni 2020

Penerimaan Raport Online



Tahun 2020 bener bener tahun spesial. Dari angkanya merupakan angka kembar. Tahun ini pula anak anak kita yang duduk di kelas 6SD, 9SMP dan 12SMA/SMK tidak mengikuti Ujian Nasional seperti tahun tahun sebelumnya. 


Tahun ini pula, siswa kelas 1-5 SD, 7-8 SMP, 10-11 SMA/SMK menerima laporan hasil belajar nya dengan cara daring ( ada juga beberaoa sekolah yang melakukan pengambilan raport secara langsung dengan cara Shiff ) . 

Untuk siswa SMP, SMA  dan SMK mungkin sudah melek teknologi meski beberapa orangtuanya buta teknologi tetapi mereka memiliki anak yang lahir ditengah tengah teknologi yg cukup canggih,sehingga anak anak mereka sudah beradaptasi. Pada saat pertemuan penerimaan raport dengan zoom, maka anak anak merekalah yang menyiapkan gadgetnya sementara orangtua tinggal melihat dan mengikuti kegiatannya.  

Beda dengan SD, tidak semua orang tua paham gagdet, sehingga tidak semua guru dapat melaksanakan penerimaan Raport dengan aplikasi zoom. Contohnya saya, kebetulan tahun ini mengajar kelas 3 SD, pada saat penerimaan Raport kemarin, untuk memudahkan orangtua, kami menyiapkan link Google form yang harus mereka isi sebagai tanda bukti pengambilan raport. Setelah mengisi google form, para orangtua diminta untuk menjapri gurunya, dan kemudian kami akan mengirimkan raport si anak dengan format file PDF. Lebih mudah, lebih simple dan orangtua cukup senang. 

Alhamdulillah, tahun ini siswa kelas 3 B, 100 % naik kelas. Semoga dikelas yang lebih tinggi, kalian tetap semangat untuk belajar. Dengan segala keterbatasan namun semangat harus terus menyala tanpa batas. 

Pandemi, semoga segera berakhir. Agar kita bisa belajar seperti sedia kala. Namun, jika sampai pertengahan Juli, kondisi belum membaik, kita siap siap untuk tetap belajar secara daring. 

Sampai bertemu di tahun ajaran yang baru. 
Jangan pernah menyerah, karena kalian adalah anak anak hebat. 

BUDIKDAMBER






Budikdamber

PSBB , Pembatasan Sosial Berskala Besar berdampak pada ekonomi masyarakat. Dimana banyak teman, saudara, tetangga sekitar kita yang harus menerima kenyataan harus dirumahkan karena memang tempat kerjanya tidak memungkin mereka tetap bekerja. 

Sedih, kecewa, pasti muncul dalam pikiran mereka. Apa yang akan dilakukan dengan kondisi saat ini. Alhamdulillah, masih ada yang peduli dengan mereka. beberapa lembaga sosial disekitar rumah, mengadakan kegiatan pembagian sembako, dilanjutkan dengan kegiatan sembako murah. dirasa permasalahan pandemi ini akan berlangsung lama, maka ada yang berinisiatif untuk menggalakan progam MAPAN " Mandiri Pangan "

Salah satunya adalah dengan menggerakkan Budikdamber " Budidaya Ikan Dalam Ember" dengan media sederhana berupa ember, diharapkan kita dapat memelihara ikan lele dan menanam kangkung yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari hari. 

Budikdamber, dengan media yang sederhana namun dapat membantu masyarakat sedikit memenuhi kebutuhan hariannya. Berikut alat alat yang diperlukan : 
1. Ember, kapasitas 60 - 80 Liter, lubangi bagian tutup nya seukuran gelas aqua disekelilingnya nya. 
2. Gelas Aqua ( di lubangi bagian bawahnya ) 
3. Arang kayu atau arang batok
4. Kapas
5. Bibit kangkung
6. Bibit lele

Langkah langkah persiapannya adalah sebagai berikut : 

1. Bersihkan ember, jika ada dedaunan bisa digunakan untuk mencuci. Jika tidak ada, cukup di cuci pakai air biasa saja agar bau plastiknya hilang. 

2. Endapkan air ( tampung air ) paling cepat 24 jam, sebelum di tebar ikan lelenya

3. Arang di hancurkan ( jangan terlalu hancur seukuran batu kerikil saja ) kemudian rendam agar bubuk arangny tidak terbawa pada saat di masukkan kedalam gelas. 

4. Masukkan arangny kedalam gelas Aqua yang sudah di lubangi bawahnya, setinggi ukuran lubang lubangnya. Atasnya beri kapas ( jangan tissue ) jika ada kain flanel juga boleh. 

5. Setelah 24 jam, air tampungan bisa di pindahkan ke ember Budikdamber nya, kemudian beri EM4 sebanyak dua tutup botol Aqua. Jika tidak menggunakan E4M jika tidak apa apa. 

4. Gelas Aqua yang sudah disiapkan bisa diletakkan dilubang tutupnya. Sehari sebelum bibit kangkung ditanam di gelas Aqua, bibit bibit tersebut di rendam dalam air semalaman. Setelah direndam baru di letakkan di gelas Aqua yang sudah disiapkan tadi di atas kapasnya masing masing antara 8 - 10 benih. 

6. Bibit lelenya pun sudah boleh ditebar, biarkan selama sehari sejak di tebar bibit lele nya tanpa diberi makanan kurang lebih 24 jam, gunanya agar beradptasi dulu dengan lingkungannya, stelah 24 jam baru diberi makan pagi dan sore 

7. Selamat mencoba



Senin, 22 Juni 2020

PPDB 2020


Dimasa pandemi, kegiatan penerimaan peserta didik baru tetap berjalan. Namun kali ini tidak biasanya, sebelum pelaksaan PPDB, pihak sekolah harus menyiapkan perlengkapan terlebih dahulu. dari mulai kran air untuk cuci tangan dengan sabun cuci tangannya, masker, face shield,  thermogun dan membuat alur para pendaftar agar tidak menumpuk di satu tempat. 

Sebuah pengalaman yang sangat sangat mengesankan, tidak ada salaman yang biasanya terjadi antara anak anak CPDB, karena para anak selama proses pendaftaran belum dibolehkan datang kesekolah yang di tuju. Antar pantia PPDB dan para orang tua CPDB pun hanya bisa bersapa dengan jarak yang sudah ditentukan. 

Sebenarnya PPDB disarankan secara online, namun tidak semua para orangtua paham bagaimana alur pendaftarannya. Sehingga pihak sekolah harus standby untuk memberikan penjelasanan kepada para pendaftar. 



Berapa hal yang ditemui pada saat PPDB diantaranya adalah : 
  1. Sebagian orangtua siswa tidak tahu cara bagaimana mendaftarkan anaknya secara online. sehingga mereka hadir kesekolah dengan membawa berkas yang diperlukan dan kemudian pihak sekolah membantu dengan mendaftarkan anaknya tersebut sampai mendapat token. Apa itu token ? Token adalah nomer unik yang diberikan kepada para pendaftar sebagai bukti bahwa anak tersebut telah mendaftarkan dirinya. 
  2. Sebagian lagi telah dapat mendaftarkan anaknya hingga mendapatkan token, namun mereka tidak tahu bagaimana langkah selanjutnya sehingga setelah mereka mendapatkan token mereka tetap datang kesekolah untuk mengetahui langkah selanjutnya.
  3. Sebagian lagi masih banyak yang bingung, mereka mendaftarkan anaknya dengan jalur apa, karena ada beberpa jalur yang dapat digunakan untuk mendaftarkan anaknya disekolah yang dituju. 

Yang pasti tahun 2020 adalah tahun yang paling unik, semoga pandemi cepat berakhir sehingga kita dapat kembali menjalani kehidupan normal. disamping itu Pandemi ini megajarkan kita untuk lebih menjaga diri, menjaga kebersihan, menjaga lingkungan, menjaga pola makan dan yang lainnya